BERAU POST – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong, menilai Lapangan Pemuda di pusat kota saat ini sudah tidak lagi representatif untuk berbagai kegiatan masyarakat maupun agenda pemerintahan.
Menurutnya, kondisi lapangan yang berada di tengah kawasan padat aktivitas sering kali menimbulkan kemacetan dan penumpukan kendaraan ketika digunakan untuk acara besar.
“Kalau ada kegiatan, kendaraan sering menumpuk dan parkir jadi semrawut,” ujar Rudi, Senin (13/10).
Ia menilai, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan pembangunan lapangan baru yang lebih luas dan tertata, agar bisa menampung berbagai kegiatan masyarakat dengan lebih nyaman dan aman.
Lokasi baru yang strategis dan memiliki akses jalan memadai dinilai akan lebih mendukung aktivitas publik tanpa mengganggu lalu lintas di pusat kota.
“Pemerintah bisa mempertimbangkan membangun lapangan baru yang lebih representatif untuk kegiatan masyarakat dan pemerintahan,” ucapnya.
Selain untuk kegiatan sosial dan pemerintahan, Rudi menambahkan bahwa lapangan baru juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana ekonomi masyarakat.
Jika dikelola dengan baik, area tersebut bisa menjadi ruang publik yang produktif dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau dikelola dengan sistem retribusi, misalnya untuk kegiatan usaha atau event, bisa juga jadi sumber pemasukan bagi daerah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa gagasan ini bukan sekadar untuk mengganti fungsi Lapangan Pemuda yang ada, melainkan untuk memperluas ruang publik agar bisa dimanfaatkan dengan lebih maksimal tanpa mengganggu aktivitas perkotaan.
“Tujuannya bukan menggantikan, tapi menambah ruang publik agar lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat,” pungkas Rudi. (sen/hmd)
Editor : Nurismi