BERAU POST – Perhatian terhadap sektor pariwisata Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Makmur HAPK.
Dalam berbagai kesempatan, politisi senior ini tak henti mengingatkan pentingnya peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mengangkat potensi wisata daerah sebagai sektor unggulan.
Dengan adanya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, posisi Berau dinilai semakin strategis dan menjanjikan untuk dilirik sebagai destinasi wisata utama di wilayah timur Indonesia.
“Berau ini punya semuanya. Dari gugusan pulau-pulau eksotis seperti Derawan, Maratua, Kakaban, hingga pesona wisata alam seperti hutan hujan tropis dan budaya lokal yang masih lestari,” katanya.
“Sayang sekali kalau ini tidak dimaksimalkan secara serius. Promosinya harus dilakukan dengan berbagai cara,” sambung Makmur kepada awak media ini.
Menurut Bupati Berau periode 2005-2015 itu, keunggulan geografis dan kekayaan sumber daya alam Berau harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas.
Saat ini, Kalimantan Timur tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah tambang dan energi, tetapi juga sebagai pusat perhatian nasional dengan hadirnya proyek IKN Nusantara.
Dalam konteks ini, daerah-daerah penyangga seperti Berau memiliki peran penting dalam mendukung dan melengkapi wajah baru Indonesia di masa depan.
“Pemindahan IKN ke Kaltim bukan hanya soal membangun gedung-gedung pemerintahan, tapi juga menciptakan ekosistem baru yang mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.
Pariwisata disebutnya salah satu sektor yang bisa menjadi lokomotif ekonomi daerah. Bahkan Berau memiliki semua modal untuk itu.
Makmur melihat, ketika pembangunan IKN selesai dan mobilitas masyarakat ke Kalimantan Timur meningkat, maka daerah yang memiliki destinasi wisata unggulan akan menjadi primadona.
Berau, dengan deretan pulaunya yang memukau dan keunikan budayanya, bisa menjadi “etalase wisata” Kalimantan Timur bahkan Indonesia.
Lebih lanjut, Makmur mengingatkan agar promosi wisata tidak hanya mengandalkan cara-cara lama atau konvensional.
Di era digital seperti sekarang, promosi harus dilakukan secara masif melalui platform online, media sosial, serta menjalin kerja sama dengan komunitas kreatif, pelaku industri wisata.
“Jangan hanya tunggu wisatawan datang. Jemput mereka. Tampilkan keindahan Berau ke dunia luar melalui pendekatan yang lebih kreatif, digital, dan kekinian. Buat konten yang menarik, bangun narasi yang kuat, dan jadikan Berau sebagai destinasi impian,” terangnya.
Menurutnya, branding daerah menjadi sangat penting. Identitas wisata Berau harus dibangun dengan kuat, terintegrasi dengan strategi promosi yang menyasar berbagai segmen, termasuk wisatawan domestik, mancanegara, hingga pelancong milenial.
Makmur juga mendorong agar Pemkab Berau tidak berjalan sendiri dalam memajukan sektor pariwisata.
Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat lokal, hingga akademisi.
Dukungan dari provinsi bahkan pusat, menurutnya, bisa diperoleh jika ada keseriusan dari daerah dalam menata dan mengembangkan potensi pariwisata.
“Bukan tidak mungkin, Berau menjadi Bali-nya Kalimantan. Tapi itu semua butuh kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif. Libatkan pelaku UMKM, komunitas seni budaya, pegiat lingkungan, dan media. Semua harus bergerak bersama,” pungkasnya. (aky/arp)
Editor : Nurismi