Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

DPRD Berau Pantau Proyek Turap Gurimbang, Pembangunan Krib Diusulkan untuk Atasi Abrasi

Beraupost • Rabu, 13 Agustus 2025 | 19:35 WIB
DITINJAU: Jajaran Komisi III DPRD Berau memantau pelaksanaan pembangunan turap di Kampung Gurimbang, Sambaliung. (SENO/BP)
DITINJAU: Jajaran Komisi III DPRD Berau memantau pelaksanaan pembangunan turap di Kampung Gurimbang, Sambaliung. (SENO/BP)

BERAU POST – Pembangunan turap penahan di Kampung Gurimbang, Sambaliung, terus berlanjut.Tahun ini, pekerjaan sudah berjalan sebanyak 80 persen dari target yang dicapai.

Pembangunan turap sendiri belum tuntas tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau menyebut, pekerjaan bakal dilanjut tahun depan.

Pada Senin (11/8), jajaran Komisi III DPRD Berau melaksanakan pemantauan lapangan ke lokasi pekerjaan di Kampung Gurimbang.

Hal ini disambut baik Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata.
Dengan pengawasan ini kata Hendra, juga menjadi hal baik agar tetap terawasi selama pelaksanaannya.

Hendra menjelaskan, progres pembangunan turap saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Pekerjaan ini ditargetkan selesai sesuai kontrak yang berlaku tahun ini.

“Masih dalam pengerjaan, tinggal timbunan drainase arah sungai yang perlu diselesaikan,” katanya.

Menurut Hendra, masalah utama yang dihadapi wilayah Gurimbang adalah erosi akibat arus sungai yang cukup kuat.

Oleh sebab itu, ke depan konstruksinya butuh pemecah arus, sebab posisi jalur air sungai itulah yang menyebabkan kenapa tergerus terus.

“Itu tikungan tumpukan arusnya mengenai sisi Gurimbang, makanya Gurimbang turun atau longsor,” jelasnya.

Ia menambahkan, dinamika arus sungai membuat kondisi daratan terus berubah. Berdasarkan kajian ahli, salah satu solusi yang diperlukan adalah pembangunan krib, yakni konstruksi di bawah air untuk mengarahkan arus agar tidak langsung menghantam daratan.

“Dengan begitu, daratan tidak tergerus dan tetap terjaga,” terangnya.

Hendra menyebut, pembangunan krib yang merupakan susunan konstruksi batu alam, berfungsi menjaga alur air sungai menjadi tahapan lanjutan setelah turap.

Dirinya berharap pembangunan turap dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi ancaman abrasi yang telah menggerus lahan permukiman dan fasilitas publik di wilayah mereka.

“Krib itu terakhir. Kebutuhan untuk pekerjaan tersebut di tahun depan sekitar Rp 80 miliar, sudah kita usulkan untuk masuk dalam kebutuhan anggaran tahun depan,” ujarnya.

Dengan adanya usulan tambahan anggaran untuk pembangunan krib, DPUPR Berau berharap dukungan DPRD dan pemerintah pusat dapat mempercepat penyelesaian permasalahan abrasi di Gurimbang. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#turap #pembangunan #DPRD Berau