Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Perusda Bhakti Praja Disorot DPRD Berau: Dinilai Tak Sentuh Kebutuhan Riil Masyarakat, Desak Bangun Pabrik Pakan

Beraupost • Kamis, 3 Juli 2025 | 14:27 WIB

 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai. (IZZA/BP)
Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai. (IZZA/BP)

BERAU POST – Kritik tajam disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai, terhadap langkah Perusahaan Daerah (Perusda) khususnya Bhakti Praja.

Hal itu dia utarakan dalam sidang paripurna yang dilaksanakan belum lama ini.

Rifai menganggap Bhakti Praja belum menyentuh persoalan riil masyarakat. Dia pun menyoroti salah satu kegiatan usaha perusda yang menurutnya kurang strategis dan tidak menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.

"Saya sampai tertawa, unit usahanya telur ayam. Ini Perusda, punya modal dari pemerintah daerah, kok malah usahanya telur ayam," ujarnya.

Menurutnya, usaha peternakan telur ayam merupakan usaha yang digeluti oleh masyarakat secara mandiri. Modalnya dicari sendiri, tidak mengandalkan dana dari pemerintah.

Karena itu, ia mempertanyakan efektivitas perusda jika hanya berkutat di sektor usaha yang sudah digarap oleh masyarakat kecil.

"Kalau masyarakat biasa bisa jalan dengan cari modal sendiri, lalu perusda yang modalnya dari daerah, masa hanya telurnya juga? Ini termasuk lucu menurut saya," tegasnya.

Ia menilai perusda semestinya bisa mengambil peran lebih besar dan berdampak. Salah satu yang ia dorong adalah pembangunan pabrik pakan untuk mendukung sektor peternakan dan perikanan di Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, masalah utama di dua sektor tersebut selama ini terletak pada ketersediaan pakan yang harganya tidak stabil.

"Kita ini masih beli pakan dari Surabaya. Harganya sering naik turun, tidak terkontrol. Sementara banyak keluhan dari masyarakat," terangnya.

Karena itu, ia menilai langkah membangun pabrik pakan di daerah bisa menjadi solusi konkret.

Selain menekan harga pakan, ini juga bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Apalagi potensi bahan baku untuk pakan sebenarnya sangat melimpah di Berau.

"Bahan kita ini berhamburan. Ikan-ikan banyak dari Tanjung Batu dan Pulau Derawan yang selama ini dibuang, itu bisa diolah. Kulit-kulit rajungan juga banyak dibuang, padahal kandungan konsentratnya tinggi," jelasnya.

Ia menambahkan, jika perusda benar-benar ingin berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah, maka mereka harus berani menggarap sektor hulu. Tidak cukup hanya ikut bermain di hilir.

"Kalau memang mau bicara soal ayam, ya jangan cuma telurnya. Bangun pabrik pakannya. Kita bisa juga menggandeng pihak ketiga, pemkab juga harus siap untuk berinvestasi," tegasnya.

Lanjutnya, sudah saatnya pemerintah dan perusda mengambil langkah yang lebih visioner. Ini bukan hanya soal efisiensi biaya, tapi juga soal keberpihakan kepada peternak dan nelayan Berau.

Apalagi saat ini banyak masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor peternakan dan perikanan.

Namun terus menghadapi tantangan klasik seperti harga pakan yang mahal dan fluktuatif.

"Kalau kita punya pabrik pakan sendiri, masyarakat tidak perlu lagi pesan dari Surabaya," terangnya.

Sementara hingga berita ini diterbitkan, Direktur Perumda Bhakti Praja, Sultan, belum merespons upaya konfirmasi yang dilakukan awak media ini melalui telepon maupun pesan WhatsApp. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#Perusda Bhakti Praja #kritik #DPRD Berau