TANJUNG REDEB – Dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Berau masih menjadi sorotan berbagai pihak.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyoroti kerusakan bangunan sekolah dan banyaknya dokumen kependudukan milik warga yang rusak akibat terendam banjir.
Seperti warga-warga di Kampung Long Ayap yang tak sempat menyelamatkan harta bendanya, termasuk dokumen-dokumen penting.
Dalam tinjauan Bupati dan Wakil Bupati Berau ke Segah Rabu (28/5), warga terlihat tengah menjemur data-data dan dokumen pribadi seperti rapor sekolah, ijazah, kartu keluarga dan surat berharga lainnya.
Ia meminta agar pemerintah daerah melalui dinas teknis segera turun tangan untuk menangani hal tersebut. Salah satunya Dinas Pendidikan, yang diminta segera meninjau sekolah-sekolah terdampak.
“Dinas Pendidikan harus cepat lihat kondisi sekolah yang terdampak,” ujar Elita, Jumat (30/5).
Menurutnya, jika sekolah yang terdampak berada di lokasi rawan banjir, relokasi menjadi opsi yang dipertimbangkan.
Tak hanya itu, Elita juga meminta agar pemerintah peka terhadap dokumen kependudukan warga yang rusak.
Ia menyarankan agar instansi terkait melakukan jemput bola ke kampung-kampung terdampak, mengingat jarak tempuh ke pusat kabupaten tidak dekat.
“Lebih baik jemput bola, karena untuk ke pusat kabupaten itu jauh,” katanya.
Dokumen yang dimaksud lanjut Elita, mencakup kartu keluarga, KTP, akta kelahiran, hingga dokumen pendidikan seperti ijazah. Sehingga, dokumen penting itu bisa digunakan kembali oleh masyarakat ke depannya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengantisipasi persoalan tersebut dan akan memprioritaskan fasilitas umum serta dokumen pribadi warga dalam tahap pemulihan pascabencana.
“Yang jelas fasilitas umum akan diprioritaskan, termasuk sekolah. Pemenuhan sarpras dasar dan dokumen pribadi jadi perhatian kami,” kata Said.
Pemerintah Kabupaten Berau memastikan bahwa pemulihan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kebutuhan dasar hingga sarana pendukung lainnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi