Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kampung Teluk Sumbang Abrasi, DPRD Berau Sebut Perlu Lakukan Kajian

Beraupost • Kamis, 24 April 2025 | 10:30 WIB

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris. (BERAU POST)
Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris. (BERAU POST)

TANJUNG REDEB - Masalah abrasi yang terjadi di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk menjadi sorotan serius, dan memerlukan penanganan yang terencana serta berbasis kajian ilmiah.

Fenomena pengikisan garis pantai akibat hempasan ombak yang terus-menerus dikhawatirkan akan berdampak besar terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris menyampaikan, persoalan ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Abrasi yang terjadi di sepanjang pantai wilayah tersebut berpotensi mengancam pemukiman dan fasilitas masyarakat yang berada dekat dengan bibir pantai.

Jika dibiarkan, air laut bisa meluap hingga menggenangi wilayah permukiman, bahkan merusak ekosistem pesisir yang ada.

“Hal ini tidak hanya terjadi di satu titik saja. Pantai di Pulau Kaniungan, yang masih merupakan bagian dari wilayah Kampung Teluk Sumbang, juga mengalami dampak yang sama,” ujar Waris.

Ia mengungkapkan, kondisi garis pantai saat ini sudah mengalami kemunduran yang cukup signifikan.

Berdasarkan informasi yang diterima dari warga setempat, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, pantai tersebut telah terkikis hingga sejauh sembilan meter.

“Ini bukan hanya hasil pantauan kami, tetapi juga merupakan suara masyarakat yang kami terima secara langsung, terutama dalam pertemuan dengan Komisi III DPRD," jelasnya.

"arena itu, kami merasa bertanggung jawab untuk memperjuangkannya di tingkat pemerintahan daerah,” sambungnya.

Selain ancaman terhadap lingkungan, Waris juga menekankan pentingnya penanganan abrasi dari aspek ekonomi dan sosial.

Sebagian besar penduduk Kampung Teluk Sumbang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pariwisata.

Keindahan pantai dan kekayaan bahari menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke wilayah ini.

Jika abrasi tidak segera ditangani, maka daya tarik tersebut dikhawatirkan akan hilang dan berdampak pada penghasilan masyarakat.

“Sebagai daerah yang memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa, mempertahankan keasrian dan keamanan pantai adalah hal yang mutlak dilakukan. Ini bukan sekadar soal alam, tapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat,” pungkasnya.(adv/arp)

Editor : Nurismi
#Bidukbiduk #abrasi #DPRD Berau #Teluk Sumbang