TANJUNG REDEB — Anggota DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah menyuarakan pentingnya dorongan terhadap keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan politik.
Hal ini disampaikan menyusul pelantikan Bupati Berau dan Wakil Bupati Berau yang baru, yakni Sri Juniarsih dan Gamalis, pada pekan ini.
Sri Juniarsih menjadi sorotan karena memimpin sebagai bupati perempuan pertama di Bumi Batiwakkal, dan kini memasuki periode keduanya.
Menurut Syarifatul, pelantikan tersebut bukan hanya seremonial politik biasa, tetapi juga menjadi simbol kemajuan kesetaraan gender dalam ruang pemerintahan. Khususnya di wilayah pemilihannya, Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Kaltim.
“Kehadiran ibu Sri Juniarsih sebagai bupati perempuan menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas yang setara dalam memimpin daerah,” ujar Syarifatul, Jumat (18/4).
Ia menegaskan, kepemimpinan perempuan tidak hanya menjadi wacana, namun kini benar-benar terealisasi di tingkat daerah.
Hal ini menurutnya jadi contoh nyata, jika perempuan bisa berperan penting dalam pembangunan dan pengambilan keputusan strategis.
Syarifatul juga mengaitkan momen ini dengan semangat perjuangan R.A. Kartini yang memperjuangkan emansipasi wanita.
Ia berharap keberhasilan Sri Juniarsih dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berani terlibat dalam dunia politik dan pemerintahan.
“Ini adalah cerminan dari apa yang diperjuangkan Kartini. Emansipasi itu bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga kesetaraan dalam kesempatan memimpin,” ungkapnya.
Ia pun ingin di periode kedua ini, Sri Juniarsih dapat membawa pembangunan Berau ke arah yang lebih baik, dengan mengedepankan inklusivitas dan keberpihakan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, semakin banyaknya tokoh perempuan yang duduk di kursi strategis pemerintahan, Syarifatul berharap masyarakat semakin percaya bahwa perempuan juga mampu menjadi penggerak utama dalam kemajuan daerah.
“Kami optimistis kepemimpinan beliau (Sri-Gamalis,red)akan terus membawa perubahan positif bagi Berau,” tutupnya.(sen/arp)
Editor : Nurismi