Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Elaborasi Semua Pihak untuk Atasi Stunting

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Rabu, 2 Oktober 2024 | 06:42 WIB
Andi Faizal Sofyan Hasdam
Andi Faizal Sofyan Hasdam

BONTANG - Meskipun Bontang berhasil mencatatkan angka kemiskinan terendah kedua di Kalimantan Timur, kota ini menghadapi tantangan serius dalam penanganan stunting.

Pada tahun 2023, Bontang mendapat predikat terburuk dalam hal ini, yang menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menekankan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan kerja sama dari semua elemen masyarakat.

“Kita semua harus berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, khususnya calon orangtua, tentang pentingnya gizi yang baik selama kehamilan dan pertumbuhan anak,” ujarnya.

Ia menambahkan edukasi pranikah dan informasi terkait kesehatan ibu hamil perlu digencarkan. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap stunting, dan pemahaman yang baik dapat membantu mencegah masalah ini sejak awal.

“Predikat terburuk dalam penanganan stunting ini adalah panggilan untuk kita semua. Sebagai masyarakat dengan jumlah penduduk yang relatif kecil, kita seharusnya bisa lebih baik dalam menangani isu ini,” jelasnya.

Andi juga mengingatkan bahwa anggaran yang ada harus dimanfaatkan dengan tepat, menyasar langsung kepada bayi dan balita yang rentan terhadap stunting.

“Kerja sama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat luas sangat penting untuk memastikan bahwa program-program yang ada berjalan efektif,” ungkapnya.

Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, diharapkan angka stunting di Bontang dapat ditekan, dan kesehatan generasi mendatang dapat terjamin. (adv/arp)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#stunting #Advertorial #dprd #bontang