TANJUNG REDEB - Pemerintah memiliki wacana pembuatan ruang terbuka hijau (RTH) di sisi kosong Dermaga Wisata Sanggam. Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Berau, Saga menilai rencana pembuatan RTH di Dermaga Wisata Sanggam dirasa belum perlu.
Sebaliknya, ia justru mendukung upaya pengembangan yang sudah direncanakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Berau. “Saya rasa kalau RTH bisa di lokasi lain dahulu, saat ini yang dibutuhkan rasanya memang pengembangan dermaga,” ujarnya, Selasa (24/9).
Sebab, sebagaimana diketahui, saat ini masyarakat di Pulau Maratua, Pulau Derawan ataupun pesisir masih menggunakan transportasi air, baik untuk mobilisasi orang ataupun kebutuhan pokok masyarakat.
“Mereka kan masih butuh tempat sandar atau bertambat kalau ke Tanjung Redeb,” tegasnya.
Apalagi, upaya itu sendiri kata Saga sudah lama dibahas, sejak kepemimpinan Makmur HAPK, hingga saat ini. Sehingga, keperluan terhadap pembuatan RTH di Dermaga Wisata Sanggam dirasa belum perlu.
“Itu juga kemarin yang diperjuangkan pak Gamalis, karena masyarakat pesisir dan kepulauan agak sulit kalau mau bongkar muat kebutuhan di Tanjung Redeb,” jelasnya.
Dirinya mendukung Dinas Perhubungan Berau busa memprioritaskan kebutuhan masyarakat akan adanya tempat tambat yang representatif. Supaya kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.
“Harapan kami, kalau bisa direalisasikan, paling tidak pembangunannya bisa dimulai 2026 mendatang,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam peresmian Elemen Estetis Jembatan Sambaliung, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik mendorong Pemkab Berau untuk mengelola sisi kosong Dermaga Wisata Sanggam, agar menjadi ruang terbuka untuk menikmati keindahan Jembatan Sambaliung.
“Saya minta ke depan ruang ini bisa dihidupkan,” ujarnya belum lama ini.
Untuk memastikan hiasan di Jembatan Sambaliung terus hidup, kata Akmal perlu dibuat ruang terbuka, salah satunya di lokasi Dermaga Wisata Sanggam yang menurutnya sudah sangat strategis.
“Apa yang memastikan lampu hidup, ya adanya pergerakan ekonomi,” jelasnya.
Selain menjadi ruang terbuka yang membuat masyarakat mendapatkan hiburan atau sekedar menghabiskan waktu luang, ruang terbuka itu nantinya akan menjadi perputaran ekonomi bagi masyarakat.
“Di samping menjadi pemenuhan fasilitas, masyarakat juga bisa hadir menikmati,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng menyebut pihaknya siap dan akan melaksanakan apa yang menjadi keputusan pimpinan terkait alih fungsi ruang terbuka di Dermaga Wisata Sanggam.
“Kami pada dasarnya siap saja kalau memang begitu konsepnya,” jelasnya, Senin (23/9).
Namun, Ewang sapaan akrabnya menerangkan, sejatinya di Dermaga Wisata Sanggam yang saat ini ada, bakal dilakukan pengembangan hingga wilayah ruang kosong di sisi dermaga. “Sebenarnya sudah ada rencana pengembangan,” ungkapnya. (sen/arp)