Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Harus Ada Pembatasan Wisatawan di Danau Kakaban

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Sabtu, 17 Februari 2024 | 21:15 WIB
PULAU KAKABAN: Pemberlakuan pembatasan wisatawan di Danau Kakaban dinilai sangatlah perlu dilakukan.
PULAU KAKABAN: Pemberlakuan pembatasan wisatawan di Danau Kakaban dinilai sangatlah perlu dilakukan.

MARATUA – Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga menilai pengajian ulang yang dilakukan pemerintah terhadap Danau Ubur-Ubur di Pulau Kakaban sudah tepat.

 “Karena tidak bisa kita pungkiri, Pulau Kakaban salah satu objek wisata unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Berau. Salah satu daya tariknya karena adanya ubur-ubur,” ujarnya kepada Berau Post Jumat (16/2).

Penerapan pembatasan wisatawan juga dinilainya sangat perlu dilakukan. Sebab, kunjungan yang membludak akan mempengaruhi ubur-ubur yang ada di dalam danau tersebut.

“Harus ada pembatasan juga terkait wisatawan, jangan semuanya bisa masuk. Ditakutkan nanti semua ubur-ubur bisa meninggalkan danau tersebut,” harapnya.

Dirinya meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau agar mengawasi dengan baik. Karena, dengan begitu dirinya yakin semua bisa berjalan dengan lancar.

Saling berkoordinasi dengan pengelola wilayah, menurutnya merupakan hal penting. Supaya hal-hal yang dapat membuat ubur-ubur merasa terancam bisa diminimalisir.

“Saya tidak tahu dengan pasti kenapa ubur-ubur tersebut bisa hilang, kemungkinan karena mereka sudah merasa terancam,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir menjelaskan, Pulau Kakaban masih ditutup sementara dan tidak menerima pengunjung. Namun, ubur-ubur masih ada di sana. Hanya saja tidak muncul ke permukaan.

Proses uji laboratorium tersebut dijelaskannya tengah diteliti oleh pihak ketiga. Sayangnya, harus menunggu lebih lama lagi. Sebab, pengambilan sampel pertama gagal. Sehingga, harus mengambil sampel kedua yang dilakukan awal Februari lalu.

“Kemungkinan satu bulan setelah pengambilan sampel kedua, kita tunggu saja sama-sama,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pantauannya, masih ada sejumlah ubur-ubur yang ada di pintu masuk Pulau Kakaban. Tapi, jumlahnya sangat sedikit.

Di samping itu, pihaknya juga telah menyiapkan jalur pintu masuk baru di Pulau Kakaban. Di mana di sana masih banyak ubur-ubur dewasa yang terlihat. Dengan penutupan sementara itu, diharapkan lokasi atau lingkungan di sana dapat memulihkan diri kembali.

“Anakan ubur-ubur juga masih banyak, hanya saja tidak terlihat yang dewasanya,” ujarnya.
Dirinya meminta, wisatawan tidak perlu khawatir secara berlebih. Karena ubur-ubur tidak hilang. Kemungkinan, kata Dia, mereka hanya memulihkan diri saja. Mengingat masih banyak ubur-ubur di sisi lain danau.

Diperkirakan, ubur-ubur merasa terancam karena banyak wisatawan yang berenang sehingga memilih mengasingkan diri.

“”Mungkin saja di pintu masuk lama itu ubur-ubur terkontaminasi, akibat kunjungan wisatawan yang membeludak,” ungkapnya.

Disbudpar sendiri berencana akan melakukan pembatasan pengunjung di Pulau Kakaban dengan cara memperketat Standart Operating Procedur (SOP) di pintu masuk baru Pulau Kakaban. Seperti, dalam satu hari ada batasan kuota wisatawan yang bisa masuk ke sana. Menghindari padatnya wisatawan yang berenang.

“Jadi kalau kuota hari ini penuh, harus ditutup. Pengunjung bisa masuk kembali esok harinya. Tapi itu akan kami diskusikan untuk dirumuskan bersama,” terangnya.

Samsiah menambahkan, jalur pintu masuk baru di Pulau Kakaban saat ini juga belum diresmikan. Lantaran cuaca dan gelombang di perairan Berau yang masih tinggi. Sehingga, harus ditunda sampai gelombang laut lebih tenang.

Adapun jalur pintu masuk baru tersebut telah selesai sejak tahun lalu, beserta jalur bagi pejalan kaki. Rencana besar lainnya bakal membuka jalan baru menuju danau besar.

“Karena di sana ombaknya juga masih tinggi, bahkan sampai dua meter. Kondisi cuaca angin utara masih besar sehingga gelombang dari dan menuju Pulau Kakaban juga masih besar. Kami akan tunggu sampai air laut tenang dulu,” pungkasnya. (aky/arp)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #Ubur Ubur #pulau kakaban