PAMA Gelar Program Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Ciptakan Generas Emas yang Sehat dan Unggul

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 12:05 WIB
KOMITMEN: Deputi Project Manager PAMA, Kushartanto, memberikan susu PKMK kepada salah satu warga Gurimbang. (PAMA UNTUK BERAU POST)
KOMITMEN: Deputi Project Manager PAMA, Kushartanto, memberikan susu PKMK kepada salah satu warga Gurimbang. (PAMA UNTUK BERAU POST)

Pemerintah Kampung Gurimbang bersama Dinas Kesehatan Berau dan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) BRCG bersinergi memperkuat peran posyandu demi mencegah stunting dan gizi buruk, khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak di wilayah lingkar tambang.

Sambaliung

Kepala Kampung Gurimbang, Juliansyah, menegaskan, penanganan ibu hamil merupakan prioritas utama yang harus dikawal ketat melalui optimalisasi kader Posyandu.

“Penanganan ibu hamil ini sangat penting. Maka dari itu, melalui Posyandu harus bekerja keras mengatasi permasalahan ini agar anak-anak bisa tumbuh lebih baik dan sehat. Harapan kami dari pemerintah kampung, semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan secara konsisten dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Juliansyah kemarin (20/9).

Langkah proaktif ini mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau. Program intervensi kesehatan tersebut dinilai menjadi bukti nyata pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang tepat sasaran.

Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinkes Berau, Suhartini, mengapresiasi kontribusi CSR PAMA di bidang kesehatan. “Ini langkah konkret perusahaan dalam membantu pemkab tentunya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, memang ada beberapa catatan yang harus diperhatikan, terutama untuk masalah kunjungan posyandu. Langkah ini yang harus menjadi perhatian serius.

“Langkah nyata apa ke depan yang akan dilakukan. Dinkes siap membantu,” tegasnya.

Tampak hadir pula, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Pemkab Berau, Junaidi. Mewakili Bupati Berau, pihaknya mengapresiasi langkah PAMA mendukung program pemerintah dalam pemberatasan stunting dan gizi buruk melalui program screening kesehatan layak hamil pada Pasangan Usia Subur (PUS) dan juga pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus Kesehatan (PKMK).

“Kegiatan positif ini perlu mendapat acungan jempol, ini langkah bagus,” ujar Bupati Berau Sri Juniarsih melalui Junaidi.

KESEHATAN: Manajemen PAMA mendampingi salah satu warga untuk melakukan penimbangan berat badan. (PAMA UNTUK BERAU POST)
KESEHATAN: Manajemen PAMA mendampingi salah satu warga untuk melakukan penimbangan berat badan. (PAMA UNTUK BERAU POST)

Lebih lanjut, Junaidi mengatakan program kolaborasi ini juga perlu dilakukan perusahaan lain yang ada di Bumi Batiwakkal, tidak hanya untuk pertambangan saja, namun perkebunan juga diminta aktif berperan mendukung program pemerintah.

“Saya pribadi juga sampaikan terima kasih apa yang dilakukan oleh manajemen PAMA ini,” tuturnya.

Deputi Project Manager PAMA, Kushartanto, mengungkapkan bahwa penanganan stunting merupakan pekerjaan rumah (PR) bersama mengingat angka kasus di Kalimantan Timur yang masih cukup tinggi. Target utama dari kolaborasi ini adalah mencetak Generasi Emas yang sehat dan bebas stunting.

PAMA juga mengimbau seluruh masyarakat khususnya ibu hamil lebih rajin dan aktif berkunjung ke Posyandu.

Langkah preventif ini dinilai sangat krusial untuk mencegah gizi buruk, stunting, hingga menekan angka kematian ibu dan anak sejak dini.

“Sesuai dengan komitmen perusahaan, harapan kami bisa membantu pemerintah menurunkan gizi buruk dan stunting,” tegasnya. (hmd/sam)

Editor : Nurismi
PT Pamapersada Nusantara