BERAU POST - Momentum Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak, untuk terus memperkuat kepedulian dan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam momentum tersebut, PT Hutan Sanggam Berau (HSB) menjadi salah satu penerima penghargaan dari Pemkab Berau atas sumbangsihnya selama penanganan karhutla.
Manajer Pengamanan Hutan PT Hutan Sanggam Berau, Anwar Kalfangare mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh timnya untuk terus melakukan pencegahan, pemadaman, serta penanganan pascakebakaran.
Menurutnya, turunnya hujan pada 9 dan 11 September lalu tidak serta-merta membuat ancaman karhutla berakhir. Setelah beberapa hari terakhir kembali terjadi kondisi panas, sejumlah titik panas atau hotspot mulai muncul kembali di beberapa wilayah.
“Beberapa hari terakhir kondisi kembali panas dan sejumlah hotspot mulai muncul. Karena itu, kita tidak boleh lengah,” ujar Anwar.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya mereka yang memiliki atau mengelola lahan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan, dengan alasan memasuki musim penghujan.
“Jangan beranggapan bahwa karena hujan sudah turun berarti kondisi sudah aman dan kemudian melakukan pembakaran lahan. Hal seperti ini jangan sampai terjadi,” tegasnya.
Anwar mengajak masyarakat Kabupaten Berau, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan, apabila menemukan indikasi kebakaran maupun titik api di wilayah masing-masing.
Sebab, pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya pemerintah maupun tim pemadam.
Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api dan mencegah kebakaran berkembang semakin luas.
“Mari terus berkoordinasi dengan tim Satgas Karhutla yang berada di daerah dan pos masing-masing,” ucapnya.
“Kita harus tetap siaga, saling menguatkan, serta bersama-sama melakukan pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” sambungnya.
Kondisi kabut asap yang masih terlihat di sejumlah wilayah, juga menjadi perhatian. Karena itu, kewaspadaan perlu terus dipertahankan, terlebih kondisi cuaca panas masih berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
PT Hutan Sanggam Berau bersama unsur pemerintah, TNI, Polri, KPHP Berau Barat, pemerintah kecamatan dan kampung, serta berbagai pihak lainnya akan terus memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
“Harapan kami, di momentum Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb ini semangat kebersamaan juga semakin kuat. Mari kita jaga Berau bersama-sama, jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, dan segera laporkan apabila menemukan titik api,” pungkasnya.
Terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Klaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam meminimalisir dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun masyarakat.
“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh satuan tugas,” ujar Sri Juniarsih.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari TNI-Polri, BPBD, perusahaan swasta, serta pihak lainnya yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla.
Sri Juniarsih menilai sinergi antarpihak menjadi kekuatan dalam menjaga kawasan hutan dan lahan di Kabupaten Berau.
Karena itu, penghargaan yang diberikan tidak hanya ditujukan kepada penerima secara individu, tetapi menjadi simbol penghormatan terhadap seluruh pihak yang telah bekerja di lapangan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi,” tuturnya. (sen/s/arp)
Editor : Nurismi