BERAU POST – Upaya menghadirkan akses pendidikan tinggi vokasi di Kabupaten Berau terus dikembangkan melalui Politeknik Sinar Mas Berau Coal (Poltek Simas BC).
Kampus yang hadir melalui dukungan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal pada sektor pendidikan tersebut mencatat pertumbuhan jumlah mahasiswa baru dari tahun ke tahun, menunjukkan semakin besarnya minat terhadap pendidikan vokasi di daerah.
Tahun ini, Poltek Simas BC menerima 208 mahasiswa baru. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 193 mahasiswa pada tahun sebelumnya dan 120 mahasiswa pada periode sebelumnya.
Sebagian besar mahasiswa baru berasal dari Berau, dengan proporsi mencapai sekitar 90 persen. Sementara sisanya berasal dari sejumlah daerah di Kalimantan Utara bagian selatan, seperti Bulungan dan Tanjung Selor, serta sebagian kecil dari luar Kalimantan.
Direktur Poltek Simas BC, Ongky Elisman, mengatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan visi pendirian kampus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Berau dalam memperoleh pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas.
“Visi kami adalah meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi vokasi berkualitas di Berau,” ujarnya Minggu (13/9).
Menurutnya, Poltek Simas BC terus berupaya mengembangkan kapasitas penerimaan mahasiswa. Bahkan, jumlah mahasiswa baru tahun ini masih berpotensi bertambah hingga mencapai sekitar 300 orang karena penerimaan untuk sejumlah program nonreguler masih berlangsung.
Saat ini, Poltek Simas BC memiliki tiga program studi, yakni Perawatan Mesin Diploma III, Survei dan Pemetaan Diploma III, serta Teknologi Rekayasa Logistik Diploma IV. Kampus tersebut juga tengah mengurus izin pembukaan program studi baru Diploma IV Agribisnis.
Selain memperluas akses pendidikan tinggi, konsep pembelajaran yang diterapkan Poltek Simas BC juga diarahkan untuk mendekatkan mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja.
Pendidikan vokasi di kampus tersebut terintegrasi dengan industri melalui pembelajaran praktik dan pengalaman langsung di lingkungan kerja.
Tahun ini, seluruh mahasiswa juga mendapatkan kesempatan mengikuti program magang industri. Untuk jenjang Diploma III, salah satu pola yang diterapkan adalah satu tahun pembelajaran berlangsung di industri.
“Untuk Diploma III, satu tahun pembelajaran akan berada di industri,” terangnya.
Pola tersebut ke depan juga tengah dikembangkan menjadi pembelajaran empat tahun berbasis industri. Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi turut melibatkan praktisi dan lingkungan kerja untuk mengembangkan kemampuan teknis maupun nonteknis mahasiswa.
“Targetnya, setelah tamat mereka siap bekerja dan siap masuk industri,” tegasnya.
Penguatan konsep pendidikan tersebut mulai diperkenalkan kepada mahasiswa baru melalui Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB).
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua pekan itu tidak hanya mengenalkan lingkungan kampus, tetapi juga membentuk karakter, wawasan kebangsaan, kepemimpinan dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Ongky mengatakan pelaksanaan PK2MB mengacu pada ketentuan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan.
Namun, Poltek Simas BC menambahkan sejumlah muatan lokal yang disesuaikan dengan karakter pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
“Selain pengenalan kehidupan kampus, kami juga memperkuat pembinaan karakter dan pengenalan industri,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan dengan lingkungan industri melalui keterlibatan sejumlah pimpinan mitra kerja. Hal ini diharapkan memberi gambaran sejak awal mengenai pola pendidikan dan dunia kerja yang akan mereka hadapi.
Sementara itu, Wakil Komandan Skadron 13 Amur Balottama Yuda (ABY), Letkol Cpn I Ketut Eka Adisaputra, mengatakan pembinaan dalam PK2MB turut diarahkan untuk membangun karakter mahasiswa.
“Kami berharap mahasiswa cerdas juga memiliki karakter yang baik,” katanya.
Salah satu mahasiswa baru D3 Survei dan Pemetaan, Yustinus Raflianoresa, asal Kampung Biatan Lempake, mengaku memilih Poltek Simas BC karena tertarik dengan komposisi pembelajaran yang lebih banyak praktik lapangan.
Informasi mengenai kampus tersebut diperolehnya dari keluarga. Selain pembelajaran yang mencapai sekitar 70 persen praktik lapangan, cerita mengenai lulusan yang relatif mudah memperoleh pekerjaan juga menjadi pertimbangannya.
“Kami berharap Poltek Simas BC semakin luas membuka ruang pendidikan vokasi dan menjadi kampus terbaik di Berau,” harapnya. (sen/***)
Editor : Nurismi