BERAU POST - PT Hutan Sanggam Berau (HSB) langsung mengambil langkah penanganan setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kilometer (KM) 22–23 Jalan Poros Labanan-Kelay, kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), mulai menjalar ke wilayah konsesinya, Kamis (20/8).
Kondisi tersebut mendorong perusahaan menurunkan personel dan peralatan untuk mendukung pengendalian api. Upaya pemadaman dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak, salah satunya PT Inhutani I, yang turut terlibat dalam penanganan kebakaran di kawasan tersebut.
Direktur Operasional PT HSB, YP Kurniawan, mengatakan penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Sebanyak dua unit peralatan pemadam dikerahkan ke lokasi, disertai personel yang menggunakan pompa punggung untuk menjangkau titik-titik api.
“Kami melakukan pemadaman bersama PT Hutani I (PT Inhutani I, red),” ujarnya.
Secara keseluruhan, kata Kurniawan, sekitar 20 personel PT HSB diturunkan untuk membantu proses pemadaman. Tim bekerja sejak pagi hingga sore dengan fokus mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas ke area lainnya.
“Pemadaman dilakukan dari pagi sampai sore,” katanya.
Menurutnya, upaya penanganan yang dilakukan secara intensif mulai menunjukkan hasil. Kobaran api yang sebelumnya menyebar secara perlahan dapat ditekan setelah petugas melakukan pemadaman secara bertahap di sejumlah titik.
“Puji syukur, api akhirnya mulai berkurang,” tuturnya.
Kurniawan menilai pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Selain kesiapsiagaan perusahaan dan instansi terkait, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan diharapkan turut berperan mencegah munculnya titik api.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan metode pembakaran dalam kegiatan pembukaan lahan. Cara tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran, terlebih ketika kondisi lingkungan mendukung api untuk cepat merambat.
“Kami mengharapkan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.
Apabila menemukan kebakaran, masyarakat juga diminta segera menyampaikan laporan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. PT HSB, lanjut Kurniawan, memiliki tim yang dapat membantu melakukan penanganan melalui Posko Labanan.
“Jika ada kebakaran, segera laporkan ke Posko Labanan,” pintanya.
PT HSB memastikan komitmennya untuk tetap mendukung pengendalian karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan. Koordinasi lintas pihak juga akan terus diperkuat untuk mempercepat respons apabila kembali ditemukan titik api.
“Kami berkomitmen membantu ketika terjadi karhutla,” jelasnya.
Ke depan, HSB akan memperluas kolaborasi bersama PT Berau Coal dan Inhutani I Unit Labanan. Sinergi antarpihak tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempercepat upaya pemadaman apabila kebakaran kembali terjadi.
“Kami akan berkolaborasi untuk bersama-sama memadamkan karhutla,” pungkas Kurniawan. (sen/sos)
Editor : Nurismi