BERAU POST – Emergency Response Group (ERG) PT Berau Coal kembali menorehkan prestasi dalam ajang Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026.
Kompetisi yang digelar di Garuda Rescue Nusantara, Balikpapan tersebut mempertemukan 24 Emergency Response Team (ERT) dari Indonesia dan Australia.
Dalam ajang ini, ERG PT Berau Coal berhasil meraih Juara Umum 2. Capaian itu meningkat dibandingkan keikutsertaan tahun sebelumnya, ketika tim Berau Coal menempati posisi Juara Umum 3 pada IMERC 2025.
Prestasi tersebut diraih melalui sejumlah kategori. ERG PT Berau Coal menjadi juara pertama pada Theory Test dan Vertical Rescue.
Sementara pada kategori Firefighter Combat serta Underwater Rescue & Recovery, tim berhasil meraih juara kedua. Berau Coal juga memperoleh Harapan II pada kategori Individual Skill dan Confined Space Rescue.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan, IMERC menjadi kesempatan bagi para rescuer untuk meningkatkan kemampuan sekaligus bertukar pengalaman dengan tim lainnya.
“IMERC menjadi wadah pembelajaran bersama dalam mengasah kemampuan teknis, memperkuat koordinasi, menguji pengambilan keputusan, serta membangun kepercayaan antara anggota tim,” ujar Tri melalui keterangan pers, Selasa (11/8).
Ketua Yayasan Garuda Rescue Nusantara, Adri Thanada menjelaskan, seluruh skenario kompetisi disusun berdasarkan berbagai kejadian kedaruratan yang pernah terjadi di sektor pertambangan.
“Selama empat hari pelaksanaan, para peserta menghadapi delapan challenge yang disusun dengan mengacu pada kondisi kedaruratan yang pernah terjadi di lapangan,” ujarnya.
Emergency Response & Safety Services Department Head PT Berau Coal, Andi Henry Achmad mengapresiasi capaian yang diraih timnya. Di mana prestasi tersebut merupakan hasil dari latihan dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian yang diraih ERG PT Berau Coal pada IMERC 2026. Pencapaian ini merupakan hasil dari proses latihan, evaluasi, kerja keras, dan kolaborasi yang terus dilakukan oleh seluruh anggota tim,” terangnya.
Andi menegaskan, keikutsertaan dalam kompetisi tidak hanya berorientasi pada prestasi. Ajang tersebut juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan personel ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan.
“Tentunya, peningkatan capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat,” ujarnya.
Selain itu, IMERC dimanfaatkan sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antaranggota Emergency Response Berau Coal. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi secara merata.
Andi menyebut dukungan manajemen perusahaan turut menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan anggota ERG. “Dukungan manajemen perusahaan menjadi bagian penting dalam proses pengembangan anggota ERG,” ujarnya.
Pada IMERC 2026, PT Freeport Indonesia keluar sebagai Juara Umum, sedangkan Cipta Kridatama menempati Juara Umum 3.
Kompetisi ini diharapkan terus menjadi wadah peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan tim tanggap darurat sektor pertambangan. (sen/***/arp)
Editor : Nurismi