Penyesuaian Tarif Air Perumda Batiwakkal, Kelompok MBR Justru Lebih Ringan

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 11:40 WIB
Perumda Air Minum Batiwakkal saat mensosialisasikan  penyesuaian tarif air minum, Kamis (30/7).
Perumda Air Minum Batiwakkal saat mensosialisasikan penyesuaian tarif air minum, Kamis (30/7).

BERAU POST – Sosialisasi penyesuaian tarif air minum Perumda Batiwakkal Berau terus  digencarkan. Meski ada kenaikan, tidak semua pelanggan akan terbebani. 

Kelompok sosial dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), justru dipastikan mendapat tarif lebih rendah.

Direktur Perumda Air Minum  Batiwakkal, Saipul Rahman, mengatakan skema subsidi silang sengaja diterapkan agar penyesuaian tidak memberatkan masyarakat rentan.

“Simulasi tarif sosial MBR menunjukkan tarif baru, bahkan lebih rendah dibandingkan tarif 2011. Tujuannya agar kelompok yang membutuhkan perlindungan tidak terbebani,” ujarnya saat sosialisasi di Kantor Perumda Air Minum Batiwakkal, pada Kamis (30/7).

Sosialisasi ini dihadiri perwakilan Forum RT, Dewan Pengawas Perumda Batiwakkal, Mustakim Suharjana, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan se-Kabupaten Berau. 

Saipul menjelaskan, bahwa  penerapan dilakukan secara  bertahap. Untuk pemakaian Agustus yang dibayar September, kenaikan lebih dulu berlaku untuk pelanggan niaga kecil, menengah, besar, hingga industri.

Sementara untuk rumah tangga, sosial, instansi, dan MBR baru berlaku untuk pemakaian Oktober yang dibayar November 2026.

“Skema ini kami siapkan supaya dampaknya tidak langsung ke semua. Kelompok yang mampu mendukung, kelompok yang perlu dilindungi kami ringankan,” jelasnya.

Direktur Perumda Air Minum  Batiwakkal, Saipul Rahman, mengatakan skema subsidi silang sengaja diterapkan agar penyesuaian tidak memberatkan masyarakat rentan.
Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, mengatakan skema subsidi silang sengaja diterapkan agar penyesuaian tidak memberatkan masyarakat rentan.

Kebijakan tersebut diakuinya  merupakan proses panjang yang telah dibahas sejak 2022. Tahapannya meliputi kajian dan konsultasi publik,  sebelum ditindaklanjuti pemerintah daerah hingga terbit keputusan bupati pada 24 Juli 2026. 

Pemberlakuan tarif tersebut pun diharapkan Saipul dapat  membantu Perumda Batiwakkal keluar dari kondisi FCR yang masih belum terpenuhi. Kondisi itu menjadi perhatian, karena perusahaan telah beberapa kali mendapat teguran dari Pemerintah Provinsi terkait pemenuhan FCR. 

"Penyesuaian tarif merupakan bagian dari upaya kita memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan, sekaligus memenuhi biaya operasional secara penuh atau full cost recovery (FCR)," katanya. 

Di sisi lain, Saipul juga mengakui keterbatasan biaya selama ini turut memengaruhi ruang gerak perusahaan dalam meningkatkan pelayanan. 

Bahkan, laba perusahaan dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kemampuan operasional. Karena sebagian ditopang penambahan sambungan pelangggan baru. 

Kendati itu, selain meringankan MBR, Perumda Air Minum Batiwakkal pun  berkomitmen menggunakan ruang keuangan dari penyesuaian tarif untuk memperbaiki layanan. Salah satu fokusnya adalah menindaklanjuti keluhan pelanggan di kawasan pinggir sungai. 

Untuk pemasangan sambungan baru, perusahaan juga membuka opsi pembayaran mencicil,  agar masyarakat tetap bisa terlayani.

“Kami ingin penyesuaian ini adil. Tidak semua tarif naik, ada yang malah turun. Dan hasilnya nanti untuk pelayanan yang lebih baik,” pungkas Saipul. (sos)

Editor : Nurismi
Perumda Batiwakkal tarif air