Perumda Batiwakkal Tegaskan Komitmen Tata Kelola Kuat, Manajemen Risiko adalah Budaya 

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:00 WIB
KOMITMEN: Direktur Perumda Batiwakkal Saipul Rahman, tegaskan komitmen perusahaan dalam membangun tata kelola yang baik melalui sosialisasi manajemen risiko bersama BPKP Kaltim.
KOMITMEN: Direktur Perumda Batiwakkal Saipul Rahman, tegaskan komitmen perusahaan dalam membangun tata kelola yang baik melalui sosialisasi manajemen risiko bersama BPKP Kaltim.

Perumda Batiwakkal Berau kembali menunjukkan komitmennya, dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance. 


Komitmen itu ditegaskan melalui kegiatan Evaluasi dan Sosialisasi Manajemen Risiko, yang dilaksanakan pada Selasa (217) lalu, dengan dukungan penuh Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur.

Bagi Perumda Batiwakkal, penguatan tata kelola bukan sekadar pemenuhan regulasi. Ini adalah fondasi, agar BUMD milik Pemkab Berau tersebut mampu memberikan pelayanan terbaik, akuntabel, dan berkelanjutan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pejabat Pengendali Teknis BPKP Kaltim, Diana Sukmawati, menyampaikan harapannya agar Perumda Batiwakkal bisa menjadi salah satu dari sedikit BUMD, yang memiliki praktik baik dalam manajemen risiko di Kaltim. 

"Bahkan jika nanti nilai maturitas Perumda Batiwakkal mencapai 3, maka langsung akan disupervisi oleh BPKP Pusat. Karena sudah bisa menjadi percontohan," ujar Diana, memberikan semangat yang  disambut tepuk tangan oleh para peserta.

Sementara itu, Direktur Perumda Batiwakkal Berau, Saipul Rahman, menegaskan, membangun fondasi kuat itu dimulai dari dalam.

Menurutnya, manajemen risiko bukan sekadar aturan administrasi semata, tetapi harus menjadi budaya kerja. Mulai dari level pimpinan hingga seluruh insan Perumda Batiwakkal. 

"Komitmen perusahaan harus dimulai dari kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya manajemen risiko. Dengan begitu, pelayanan ke masyarakat bisa lebih optimal dan risiko bisa kita kelola sejak dini," tegas Saipul Rahman. 

Sebagai bentuk keseriusan, Perumda Batiwakkal berkomitmen penuh menerapkan Model Tiga Lini,  sebagai kerangka utama manajemen risiko di lingkungan perusahaan.

Lini pertama adalah Pelaksana Operasi. Mereka adalah garda terdepan yang setiap hari berhadapan langsung dengan proses bisnis. Komitmen lini 1 adalah mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko yang muncul dalam kegiatan sehari-hari.

Lini kedua adalah fungsi risiko dan kepatuhan, Unit Independen yang mengukur, memantau, mengembangkan metodologi dan kebijakan MR Perusahaan.

Komitmen lini 2 adalah memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, kebijakan perusahaan, dan prinsip tata kelola yang baik.

Lini ketiga adalah Audit Internal. Komitmen lini 3 adalah memberikan jaminan independen dan objektif, bahwa sistem pengendalian risiko berjalan efektif dan mendorong perbaikan berkelanjutan.

"Ketiga lini ini harus bekerja selaras. Ini komitmen kami, agar tidak ada celah risiko yang terlewat. Baik itu risiko operasional, keuangan, hukum, maupun reputasi," jelas Saipul.

Komitmen Perumda Batiwakkal Berau juga diwujudkan dalam bentuk aksi nyata, atas rekomendasi BPKP Kaltim. Salah satu komitmen utama adalah melaksanakan Self-Assessment, dalam penerapan manajemen risiko secara menyeluruh di akhir tahun.

Targetnya, seluruh unit kerja di Perumda Batiwakkal Berau sudah mampu menerapkan praktik baik manajemen risiko, dan menyusun Rencana Tindak Pengendalian (RTP), khusus untuk risiko-risiko yang masuk kategori level tinggi.

"Kami berkomitmen, agar hasil evaluasi ini tidak berhenti sebagai laporan saja. Harus ada tindak lanjut. Self-Assessment dan RTP ini penting, agar kita tahu sejauh mana pemahaman risiko di setiap unit dan segera mengambil langkah perbaikan," ungkapnya.  

Saipul menambahkan, dukungan dan pendampingan dari BPKP Kaltim menjadi penyemangat bagi Perumda Batiwakkal, untuk terus berkomitmen menjadi BUMD yang sehat dan profesional. 

Dengan komitmen yang dibangun secara konsisten, Perumda Batiwakkal Berau optimistis dapat menciptakan budaya sadar risiko, meningkatkan efisiensi, dan pada akhirnya memberikan dampak positif. "Berupa peningkatan kualitas pelayanan publik, bagi masyarakat Kabupaten Berau," tutupnya. (mar/sos/udi)

Editor : Nurismi
Manajemen Risiko Perumdam Batiwakkal