Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan UMKM Berau, Dukung UMKM Berau lewat Jaminan Sosial dan Digitalisasi

Nurismi • Kamis, 16 Juli 2026 | 07:15 WIB
SINERGITAS: Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan dan UMKM Go-Digital.
SINERGITAS: Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan dan UMKM Go-Digital.

BERAU POST – BPJS Ketenagakerjaan Berau terus memperkuat perlindungan sosial bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Berau. Melalui sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan dan UMKM Go-Digital. 

Bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, sosialisasi ini menjadi upaya mendorong pelaku usaha tidak hanya berkembang secara digital, tetapi juga memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Selain memberikan pemahaman mengenai transformasi digital dalam pemasaran, pelaku UMKM juga diedukasi mengenai pentingnya perlindungan terhadap risiko kerja melalui Program BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Berau turut menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada salah satu ahli waris pelaku UMKM, yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Penyerahan santunan itu menjadi bukti nyata kehadiran negara, melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pelaku usaha.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Berau, Mulyana mengatakan, pelaku UMKM merupakan bagian penting dalam perekonomian daerah.

Sehingga perlu memperoleh perlindungan dari berbagai risiko, yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha maupun kondisi ekonomi keluarga.

“Kami ingin semakin banyak pelaku UMKM terlindungi melalui BPJS Ketenagakerjaan, sehingga mereka memiliki kepastian jaminan sosial apabila terjadi risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia,” ujarnya.

Ia menyebut, masih banyak pelaku usaha yang menganggap perlindungan jaminan sosial hanya diperuntukkan bagi pekerja perusahaan.

Padahal, para wirausahawan dan pekerja mandiri juga memiliki risiko yang sama.  Sehingga penting menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk itu, kami berupaya meningkatkan kesadaran para pelaku usaha. Agar tidak hanya fokus mengembangkan bisnis, tetapi juga menyiapkan perlindungan bagi diri sendiri dan keluarganya,” jelasnya. 

Selain perlindungan ketenagakerjaan, pengembangan usaha berbasis digital melalui program UMKM Go-Digital, menjadi poin utama dalam mengembangkan pelaku usaha. 

Langkah ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha memperluas pasar, meningkatkan daya saing produk, sekaligus mengikuti perkembangan pola pemasaran yang kini semakin bergantung pada platform digital.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengapresiasi sinergi yang dibangun bersama BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung kemajuan UMKM di Kabupaten Berau.

“Kolaborasi ini sangat baik,  karena pelaku UMKM tidak hanya didorong naik kelas melalui digitalisasi, tetapi juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial yang penting bagi keberlangsungan usaha mereka,” katanya.

Ia menilai, transformasi digital menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM, supaya mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, peningkatan kapasitas usaha juga harus diimbangi dengan perlindungan terhadap risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dengan meningkatkan jumlah kepesertaan pelaku UMKM, manfaat perlindungan apabila mengalami kecelakaan kerja maupun risiko kematian juga begitu penting. 

Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Diskoperindag Berau ini, menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan digital.

Tetapi juga memiliki jaminan perlindungan sosial yang berkelanjutan, demi menciptakan usaha yang tangguh dan sejahtera.

“Kami mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan perlindungan bagi pelaku UMKM, tetapi juga mendukung mereka agar mampu berkembang melalui transformasi digital,” tutupnya. (sos/arp) 

Editor : Nurismi
santunan JKM umkm BPJS Ketenagakerjaan Berau