Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Berau Coal Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan, Lewat Bimtek Pertambangan Berkelanjutan

Nurismi • Selasa, 7 Juli 2026 | 08:35 WIB
BIMTEK BERKELANJUTAN: PT Berau Coal menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Lingkungan Hidup bertema Implementasi Kaidah Pertambangan yang Baik Kaitannya terhadap Pengendalian Dampak Perubahan Iklim. (SENO/BP)
BIMTEK BERKELANJUTAN: PT Berau Coal menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Lingkungan Hidup bertema Implementasi Kaidah Pertambangan yang Baik Kaitannya terhadap Pengendalian Dampak Perubahan Iklim. (SENO/BP)

BERAU POST - PT Berau Coal menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Lingkungan Hidup bertema Implementasi Kaidah Pertambangan yang Baik Kaitannya terhadap Pengendalian Dampak Perubahan Iklim. 

Kegiatan yang diikuti jajaran manajemen PT Berau Coal dan mitra kerja ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman serta implementasi praktik pertambangan yang berkelanjutan.

Bimtek ini juga sekaligus menjadi penutup dari serangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia PT Berau Coal yang telah berlangsung selama hampir satu bulan.

Sebelumnya, perusahaan telah menggelar upacara pembukaan pada 10 Juni 2026, aksi penanaman serentak di seluruh area operasional PT Berau Coal, kegiatan Enviro Goes to Campus, serta berbagai lomba seperti Penilaian Proper Internal, Lomba Cerdas Cermat Lingkungan yang bertujuan meningkatkan kepedulian dan kesadaran lingkungan bagi seluruh karyawan dan mitra kerja.

Kegiatan Bimtek diselenggarakan secara hybrid dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hadir secara langsung Ardhi Yusuf yang merupakan Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup, serta Veriady selaku Koordinator Kelompok Kerja Pengendalian Sumber Kerusakan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup.

Sementara secara daring melalui Zoom hadir Horas Pasaribu selaku Koordinator Perlindungan Mineral dan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, serta Alex Sander Lumban Gaol selaku Inspektur Tambang Kementerian ESDM.

Materi yang dibahas dalam Bimtek mencakup implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2025 dalam evaluasi kegiatan pertambangan, pengendalian dampak perubahan iklim, hingga strategi pelaksanaan reklamasi yang efektif sesuai kaidah pertambangan yang baik.

Dalam kesempatan itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Berau Coal, Feri Indrayana menegaskan, keberhasilan reklamasi tidak hanya diukur dari luas area yang direklamasi, tetapi juga kualitas pelaksanaannya.

"Reklamasi itu tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga ketepatan pelaksanaannya serta tingkat pertumbuhan vegetasi yang berhasil dicapai," ujar Feri.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya pengetahuan sekaligus menyempurnakan praktik pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan di perusahaan.

"Hari ini (kemarin, red) kita mendapatkan kesempatan yang sangat berharga. Mohon seluruh materi didengar, diresapi, dan dipahami sehingga apa yang diperoleh dapat diterapkan untuk melengkapi apa yang selama ini telah kita laksanakan," ungkapnya.

Bimtek berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan para narasumber. Dalam paparannya, Horas Pasaribu menekankan keberhasilan industri pertambangan tidak hanya diukur dari aspek produksi maupun kontribusi penerimaan negara.

"Keberhasilan tambang tidak hanya diukur dari seberapa banyak sumber daya yang dapat kita ambil atau besarnya kontribusi perusahaan terhadap PNBP dan pajak. Keberhasilan juga diukur dari seberapa baik risiko lingkungan berhasil kita identifikasi dan kelola," jelas Horas.

Ia juga memberikan apresiasi atas komitmen PT Berau Coal dalam menyelenggarakan rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

"Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada PT Berau Coal. Ini merupakan wujud komitmen yang tinggi terhadap pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup," ungkapnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sambutan penutup dari Direktur Operasional dan HSE PT Berau Coal, Arief Widhartono.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya menjalankan tata kelola lingkungan secara bertanggung jawab sepanjang siklus operasional pertambangan.

"Semoga seluruh rangkaian ini menjadi pengingat bahwa tata kelola lingkungan hidup harus dijalankan dengan benar dan penuh tanggung jawab sejak operasional dimulai hingga berakhir," pungkasnya. (sen/***/arp) 

Editor : Nurismi
#bimbingan teknik #PT Berau Coal