Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Mata Sanggam Production Sisipkan Aksi Lingkungan di M2F 2026 Maratua, EO Tegaskan Event Musik Harus Berdampak, Tak Cuma Hiburan

Nurismi • Minggu, 5 Juli 2026 | 11:49 WIB
KOMITMEN JAGA LINGKUNGAN: M2M 2026 memadukan hiburan dan aksi konservasi sebagai wujud komitmen Mata Sanggam Production mendukung pariwisata berkelanjutan di Pulau Maratua. (MATA SANGGAM UNTUK BERAU POST)
KOMITMEN JAGA LINGKUNGAN: M2M 2026 memadukan hiburan dan aksi konservasi sebagai wujud komitmen Mata Sanggam Production mendukung pariwisata berkelanjutan di Pulau Maratua. (MATA SANGGAM UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Maratua Music Festival (M2F) 2026 tak hanya menghadirkan hiburan melalui pertunjukan musik di Pulau Maratua.

Di balik kemeriahan festival, penyelenggara, Mata Sanggam Production, turut menghadirkan rangkaian kegiatan konservasi sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau tersebut.

Komitmen itu diwujudkan melalui aksi bersih pantai, penanaman pohon, hingga pelepasan tukik yang digelar pada Sabtu (4/7).

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, masyarakat setempat, relawan, serta pelaku usaha pariwisata di Pulau Maratua.

Direktur Mata Sanggam Production, Morten, menegaskan, penyelenggaraan festival musik tidak semestinya hanya berorientasi pada hiburan semata.

Menurutnya, sebuah event berskala besar juga harus mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat di lokasi penyelenggaraan.

"M2F bukan cuma panggung musik. Kami dari Mata Sanggam Production mau buktikan event besar bisa jaga Maratua tetap lestari," ujar Morten.

Aksi bersih pantai menjadi agenda pembuka dalam rangkaian kegiatan konservasi tersebut. Bersama relawan dan masyarakat, tim Mata Sanggam Production menyisir sejumlah titik di kawasan pesisir yang menjadi pusat aktivitas wisatawan.

“Sampah yang ditemukan dikumpulkan secara gotong royong sebagai upaya mengurangi pencemaran yang berpotensi mengganggu ekosistem laut di Pulau Maratua,” ungkapnya.

Selain membersihkan kawasan pantai, pihaknya juga menginisiasi penanaman pohon di wilayah pesisir. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pelestarian lingkungan, menjaga garis pantai dari ancaman abrasi, sekaligus memperkuat daya tarik kawasan wisata bahari yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Berau.

Pihaknya pun juga mengajak peserta festival mengikuti pelepasan tukik ke habitat alaminya. Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian peserta karena memberikan pengalaman berbeda dibandingkan festival musik pada umumnya.

Sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya berkesan, tetapi juga membangun kepedulian terhadap pentingnya menjaga kelestarian satwa laut dan lingkungan pesisir.

" Kami ingin wisatawan pulang membawa pengalaman yang berkesan, tetapi Maratua juga tetap terjaga kelestariannya," ungkapnya.

BERSAMA PESERTA: Tim Mata Sanggam Production bersama peserta M2F 2026 melepas tukik ke laut Maratua, Sabtu (4/7/2026). (MATA SANGGAM UNTUK BERAU POST)
BERSAMA PESERTA: Tim Mata Sanggam Production bersama peserta M2F 2026 melepas tukik ke laut Maratua, Sabtu (4/7/2026). (MATA SANGGAM UNTUK BERAU POST)

Menurutnya, konsep yang diusung dalam Maratua Music Festival 2026 menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event berskala besar dapat berjalan seiring dengan semangat pariwisata berkelanjutan.

Mata Sanggam Production berharap langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi penyelenggara kegiatan lainnya, khususnya di Kalimantan Timur, agar menjadikan aspek pelestarian lingkungan sebagai bagian dari setiap penyelenggaraan event.

Prinsip tersebut juga menjadi komitmen yang terus dipegang oleh Mata Sanggam Production selama menggelar festival di Pulau Maratua.

"Wisatawan boleh pulang membawa foto dan pengalaman, tetapi Maratua harus tetap bersih. Hiburan tetap berjalan, alamnya juga harus tetap selamat," tegasnya.

Langkah Mata Sanggam Production tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. Pihaknya menilai penyelenggara telah menghadirkan konsep yang berbeda dari festival musik pada umumnya dengan mengintegrasikan kegiatan pelestarian lingkungan ke dalam rangkaian acara.

Pihaknya mengapresiasi komitmen Mata Sanggam Production yang menghadirkan kolaborasi antara industri event dengan upaya konservasi.

Menurutnya, sinergi seperti ini menjadi contoh positif bagaimana sektor pariwisata, pemerintah, masyarakat, dan penyelenggara kegiatan dapat bersama-sama menjaga kelestarian Pulau Maratua sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau.

“Diharapkan juga berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan yang menjadi aset utama sektor pariwisata Berau,” paparnya. (aja/sos)

Editor : Nurismi
#Festival Musik M2F 2026 #Pulau maratua