BERAU POST – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Berau Coal kembali menggelar kegiatan bertajuk “Enviro Goes to Campus” yang dipusatkan di Politeknik Sinar Mas Berau Coal (Poltek Sinarmas), yang diikuti sebanyak 143 mahasiswa.
Kegiatan tersebut dihadiri para mahasiswa yang antusias mengikuti seminar dan diskusi terkait pengelolaan lingkungan di sektor pertambangan.
Environment Superintendent Site Sambarata PT Berau Coal, Rahma Fitrian, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian agenda tahunan perusahaan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Menurutnya, kampus dipilih sebagai sasaran kegiatan karena mahasiswa, khususnya tingkat akhir, nantinya akan memasuki dunia kerja dan menjalani program magang di berbagai perusahaan, termasuk sektor pertambangan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa perusahaan, khususnya PT Berau Coal beserta mitra kerja, dalam operasionalnya menerapkan Good Mining Practice atau penambangan yang baik sesuai dengan prosedur,” ujarnya.
Rahma menjelaskan, selama ini sektor pertambangan kerap mendapat stigma negatif dari masyarakat kaitannya dengan lingkungan.
“harapannya dari kegiatan ini adalah mahasiswa memiliki pandangan yang lebih luas dan terbuka, terhadap isu lingkungan khususnya di sektor pertambangan, bahwasanya kegiatan pertambangan yang menerapkan GMP juga dibarengi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya.
Sementara itu, Dosen Survei dan Pemetaan Poltek Sinarmas Berau Coal, Devika Rahma, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai seminar seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan mahasiswa terkait dunia industri dan pengelolaan lingkungan.
“Mahasiswa bisa memahami seperti apa kinerja perusahaan, termasuk bagaimana upaya memulihkan kembali hutan atau lingkungan setelah dilakukan aktivitas pertambangan,” katanya.
Dirinya berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan lingkungan di sektor pertambangan.
“Jadi melalui seminar ini para mahasiswa pun mampu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan seperti apa kinerja yang telah diberikan meski hutan ditambang tetapi tetap dirawat,” tutupnya.
Di lokasi yang sama, Mahasiswa Program Studi Survei dan Pemetaan, Sakinah, mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa.
Menurutnya, seminar itu memberikan pengetahuan baru tentang bagaimana menjaga dan merawat hutan meskipun terdapat aktivitas penambangan.
“Kegiatan ini sangat bagus karena kami jadi tahu bagaimana cara menjaga lingkungan dan melakukan pemulihan hutan. Harapannya kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkala, bahkan menyasar masyarakat agar mereka juga memahami bagaimana pengelolaan lingkungan dilakukan di area tambang,” ungkapnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi