Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

ERG Berau Coal Bantu Padamkan Karhutla , BPBD Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Nurismi • Rabu, 10 Juni 2026 | 07:00 WIB
ATASI KARHUTLA: Jajaran ERG Berau Coal turut memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kampung Tumbit Melayu, Teluk Bayur, beberapa waktu lalu. (PT BERAU COAL UNTUK BP)
ATASI KARHUTLA: Jajaran ERG Berau Coal turut memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kampung Tumbit Melayu, Teluk Bayur, beberapa waktu lalu. (PT BERAU COAL UNTUK BP)

BERAU POST – Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau, PT Berau Coal melalui Emergency Response Group (ERG) turut ambil bagian dalam pemadaman kebakaran yang terjadi di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, beberapa waktu lalu. 

Dalam peristiwa tersebut, tim ERG PT Berau Coal bergabung dengan tim gabungan untuk mengendalikan api yang membakar sekitar empat hektare lahan dan menghanguskan tiga unit rumah warga.

Kebakaran dilaporkan cepat meluas akibat kondisi cuaca yang panas dan kering yang melanda wilayah tersebut.

Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Berau, Dinas Pemadam Kebakaran, KPHP Berau Barat, Babinsa, Pospol, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), ERG PT Berau Coal serta masyarakat setempat.

Emergency Response Group Manager PT Berau Coal, Andi Henry Achmad mengatakan, keterlibatan ERG merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah daerah melakukan pencegahan dan pengendalian karhutla.

“Ini wujud dukungan kami melalui kesiapsiagaan personel dan peralatan yang dimiliki ERG,” ujarnya.

Menurut Andi, perusahaan selalu berupaya memberikan bantuan ketika terjadi kebakaran yang masih dapat dijangkau, baik di sekitar wilayah operasional maupun kawasan permukiman masyarakat.

Seluruh upaya tersebut dilakukan dengan tetap berkoordinasi bersama instansi terkait agar penanganan dapat berjalan efektif.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan agar risiko kebakaran dapat diminimalkan.

“Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat,” katanya.

Selain membantu pemadaman, Andi juga mengingatkan masyarakat yang terlibat dalam penanganan awal kebakaran untuk menggunakan alat pelindung pernapasan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Dalam kejadian tersebut, seorang pemilik kebun yang turut melakukan pemadaman awal dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis dan dirujuk ke RSUD Abdul Rivai setelah menghirup asap kebakaran.

SINERGI PADAMKAN API: Tim Emergency Response Group (ERG) PT Berau Coal bersama tim gabungan BPBD, Damkar, dan unsur terkait bahu-membahu memadamkan kebakaran lahan di Kampung Tumbit Melayu, Berau.
SINERGI PADAMKAN API: Tim Emergency Response Group (ERG) PT Berau Coal bersama tim gabungan BPBD, Damkar, dan unsur terkait bahu-membahu memadamkan kebakaran lahan di Kampung Tumbit Melayu, Berau.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Mundi menilai keterlibatan PT Berau Coal merupakan bagian dari konsep pentahelix dalam penanggulangan bencana yang menekankan kerja sama berbagai unsur.

“Kalau bicara bencana, ini tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini PT Berau Coal juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pencegahan dan sosialisasi karhutla, khususnya di wilayah sekitar lingkar tambang perusahaan. Keterlibatan tersebut dinilai membantu memperkuat upaya edukasi kepada masyarakat.

“Kerja sama seperti ini memang sudah seharusnya dilakukan,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.

Menyikapi hal itu, BPBD kembali mengingatkan masyarakat agar menghindari metode tersebut, terutama pada musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.

“Sebaiknya masyarakat mengurangi pembakaran lahan dan lebih berhati-hati,” tegas Masyhadi.

Ia menambahkan, apabila pembakaran terpaksa dilakukan sebagai bagian dari kearifan lokal, masyarakat diimbau membuat sekat bakar agar api tidak merambat ke area lain. 

Dengan kewaspadaan dan kolaborasi seluruh pihak, potensi karhutla di Kabupaten Berau diharapkan dapat ditekan selama musim kemarau berlangsung.(sen/***/arp) 

Editor : Nurismi
#ERG Berau Coal #PT Berau Coal