BERAU POST - PT Pamapersada Nusantara melalui LPB PAMA Bakat Batiwakkal, menggelar pelatihan keamanan pangan bagi pelaku UMKM kuliner di lingkar tambang PT PAMA.
Kegiatan berlangsung pada 22–23 Mei 2026 lalu, di ruang RPJMD Bapelitbang Kabupaten Berau, diikuti 33 UMKM, 20 dari site PAMA BRCG dan 13 dari site PAMA BRCB.
Selama dua hari, para peserta mendapat materi dari Suhartini, SKM., M.A.P., instruktur Dinas Kesehatan Berau, bersama tim. Mereka membedah isu mutu dan keamanan pangan, bahaya kontaminasi yang bisa memicu keracunan, hingga komitmen pelaku usaha dalam memenuhi syarat sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Faizal Imron, CSR Dept. Head PAMA Berau, menekankan pentingnya menjaga keamanan produk sejak bahan baku hingga siap dikonsumsi. Sementara Agung Junazil, Koordinator LPB PAMA Bakat Batiwakkal, menyebut pelatihan ini sebagai peluang bagi UMKM untuk menembus pasar retail modern.
“Syarat PIRT dan halal adalah standar nasional yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Faizal mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk memajukan UMKM lokal di Kabupaten Berau. Selain itu, kehadiran PAMA juga diharapkan mampu mendongkrak usaha kuliner masyarakat Bumi Batiwakkal.
“Tujuannya agar kuliner yang dijual UMKM ini tidak lagi diragukan oleh masyarakat luas. Target kita tentu lokal dan nasional,” paparnya.
Materi pelatihan tak sekadar teori. Para instruktur mengajak peserta menelusuri regulasi pangan, teknologi pengolahan, hingga praktik produksi pangan olahan rumah tangga (CPPOB-IRT). Mereka juga membahas penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) dan syarat kemasan, label, serta iklan.
“Ini penting agar produk UMKM benar-benar aman dikonsumsi,” ujar Suhartini, instruktur dari Dinas Kesehatan Berau.
Tak berhenti di situ, UMKM diarahkan untuk membuat label produk dan diagram alir proses produksi. Tujuannya jelas: setiap tahapan, dari bahan mentah hingga produk jadi, harus terjamin higienitasnya.
“Tentu kami dari Dinkes berterima kasih kepada manajemen PAMA yang sudah mau menginisiasi pelatihan ini,” paparnya.
Rinda Kurniati, pelaku UMKM dari Kampung Sei Bebanir Bangun, mengaku terbantu dengan adanya pelatihan yang digelar oleh PAMA.
“Kami jadi tahu bahwa produk harus sesuai anjuran Dinas Kesehatan. Selain itu, penerbitan PIRT menjadi jaminan bahwa produk kami aman dikonsumsi,” tuturnya.
Harapannya, semakin banyak UMKM yang sadar akan izin edar dan memahami proses produksi yang aman. Dengan begitu, produk lokal tak hanya terjaga mutunya, tapi juga siap memperluas jaringan pasar. (***/hmd)
Editor : Nurismi