Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Data BPS Kaltara Bongkar Fakta: Tarif Angkutan Umum Meroket, Biaya Motor Pribadi Justru Adem Ayem

Nurismi • Kamis, 21 Mei 2026 | 08:55 WIB
INFLASI KALTARA: Kelompok transportasi pada April 2026 mengalami inflasi year-on-year sebesar 2,93 persen. (HRK)
INFLASI KALTARA: Kelompok transportasi pada April 2026 mengalami inflasi year-on-year sebesar 2,93 persen. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara mencatat sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang inflasi di Provinsi Kalimantan Utara pada April 2026. 

Kenaikan tarif jasa angkutan, menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan inflasi tahunan di daerah tersebut.

Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, kelompok transportasi pada April 2026 mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,93 persen. 

Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan indeks harga dari 109,49 pada April 2025 menjadi 112,70 pada April 2026.

Menurutnya, dari seluruh subkelompok transportasi, jasa angkutan penumpang menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan mencapai 11,67 persen secara tahunan. 

“Subkelompok dengan inflasi tertinggi adalah jasa angkutan penumpang. Sedangkan yang terendah berasal dari pengoperasian peralatan transportasi pribadi,” ujarnya, Rabu (20/5). 

Ia menjelaskan, pengoperasian peralatan transportasi pribadi tercatat hanya mengalami inflasi 0,20 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga lebih banyak dipicu oleh jasa transportasi umum dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi. 

“Kelompok transportasi memberikan andil atau sumbangan inflasi tahunan sebesar 0,35 persen terhadap inflasi keseluruhan di Kaltara,” ujarnya. 

Komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi berasal dari angkutan udara dengan kontribusi sebesar 0,26 persen. Selain itu, sepeda motor menyumbang 0,05 persen dan angkutan laut sebesar 0,02 persen. 

“Angkutan udara masih menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi transportasi di Kaltara,” jelasnya. 

Sementara itu, secara bulanan atau month-to-month (m-to-m), kelompok transportasi juga tercatat memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen pada April 2026. 

“Untuk inflasi bulanan, komoditas yang paling berpengaruh kembali berasal dari angkutan udara dengan kontribusi sebesar 0,08 persen. Sedangkan angkutan laut turut memberikan andil sebesar 0,03 persen,” sebutnya. 

Ia menilai kondisi geografis Kalimantan Utara yang masih sangat bergantung pada transportasi udara dan laut. Membuat perubahan tarif angkutan cukup berpengaruh terhadap inflasi daerah. 

Meski demikian, BPS memastikan perkembangan inflasi di Kaltara masih berada dalam kondisi yang terkendali. Pemerintah daerah diharapkan terus menjaga stabilitas harga dan memastikan kelancaran distribusi transportasi.

Guna menekan potensi kenaikan inflasi pada bulan-bulan berikutnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#tarif angkutan umum #Inflasi Kaltara