BERAU POST - Rencana penyesuaian tarif air bersih Perumda Batiwakkal mendapat tanggapan beragam dari warga Kabupaten Berau. Sebagian warga menyatakan setuju, asalkan diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan.
Hal itu mengemuka dalam agenda konsultasi publik di Pendopo Kecamatan Sambaliung, Rabu (13/5/2026).
Ketua RT 7 Kelurahan Sambaliung, Jebbar, mengatakan warga memahami kondisi Perumda Batiwakkal yang saat ini mengalami keterbatasan, sehingga berdampak pada layanan dan kualitas air yang disalurkan.
“Masyarakat setuju saja, yang penting pelayanan juga harus terjamin jangan terabaikan, biar masyarakat puas dengan hasil yang diberikan,” ujarnya.
Menurut Jebbar, keluhan soal air keruh merupakan hal wajar ketika PDAM melakukan pengurasan dan perawatan di intake maupun instalasi pengolahan air.
Ia menduga penolakan sebagian warga muncul karena kenaikan tarif tidak seimbang dengan mutu layanan.
“Tarif boleh naik, tapi kualitas juga harus diperhatikan oleh PDAM,” katanya.
*Subsidi Silang untuk Kelompok Rentan*
Manajemen Perumda Batiwakkal bersama dewan pengawas dan akademisi telah membahas mekanisme subsidi silang untuk melindungi kelompok rentan.
Kebijakan ini menyasar sektor sosial, kesehatan, pendidikan, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Subsidi akan ditopang oleh pelanggan niaga yang memiliki keuntungan usaha lebih tinggi.
“Kalau memang ada kebijakan begitu malah bagus, membantu masyarakat kurang mampu, jangan sampai terabaikan,” harap Jebbar.
*Pemerintah Kampung Soroti Aturan Pusat*
Perwakilan Kampung Long Lanuk, Kepala Kampung Samuel, menyoroti aspek kepatuhan daerah terhadap regulasi pusat.
Ia menyebut penyesuaian tarif harus dilakukan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.
“Berau sudah semestinya menyesuaikan tarif, karena masih di bawah ketetapan. Jika tidak dilakukan, perusda bakal diambil alih oleh gubernur,” ujarnya.
Samuel menambahkan, kewajiban itu harus dilaksanakan agar beban operasional tidak lagi memberatkan Perumda Batiwakkal.
Pihak kampung juga berencana bekerja sama dengan Perumda Batiwakkal, dalam pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum yang masih dalam tahap pengerjaan.
Pengelolaan ditargetkan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Kampung, untuk meningkatkan pendapatan asli kampung.
“Terkait tarif, akan kami musyawarahkan dengan masyarakat Long Lanuk,” katanya. (mar/sos)
Editor : Nurismi