HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) menyiapkan sejumlah proyek strategis untuk ditawarkan kepada investor dalam dan luar negeri.
Proyek tersebut mencakup pembangunan pelabuhan internasional, kawasan pangan, hingga hilirisasi industri berbasis sumber daya alam.
Kepala DPMPTSP Kaltara Ferry Ferdinand Bohoh mengatakan, pemerintah daerah telah menyusun berbagai proyek investasi unggulan melalui dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Dalam dokumen tersebut, terdapat sejumlah proyek prioritas yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kaltara.
“Tahun lalu ada sekitar 17 proyek yang kita siapkan, tetapi yang paling potensial sekitar tujuh sampai delapan proyek,” ujarnya, Minggu (10/5).
Beberapa proyek yang ditawarkan di antaranya pembangunan pelabuhan internasional di Bebatu, pengembangan kawasan food estate, real estate, hingga hilirisasi industri di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi.
“Kaltara diproyeksikan menjadi salah satu pusat hilirisasi industri terbesar di Indonesia. Salah satu proyek yang tengah dipersiapkan pengembangan Kalimantan Aluminium Industry,” terangnya.
Bahan baku seperti nikel nantinya akan dipasok dari Sulawesi untuk kemudian diolah menjadi produk akhir di Kalimantan Utara.
Ke depan produk akhirnya akan diproses di Kaltara. Jadi bukan hanya mengambil bahan mentah, tetapi sudah masuk ke industri hilirisasi.
Selain sektor industri, pemerintah daerah juga fokus mempersiapkan ketahanan pangan untuk mendukung kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, sektor pertanian dan peternakan turut menjadi prioritas investasi.
Ia menilai posisi strategis Kalimantan Utara yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II akan menjadi kekuatan ekonomi baru di masa depan.
“Jalur ALKI II nantinya akan menjadi salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk setelah Selat Malaka. Kalau nanti kapal-kapal internasional tidak melewati Selat Malaka, mereka akan melalui ALKI II. Ini peluang besar bagi Kalimantan Utara,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah mulai mempersiapkan berbagai regulasi dan infrastruktur pendukung. Agar Kaltara dapat memanfaatkan potensi ekonomi dari jalur pelayaran internasional tersebut. (fai/uno)
Editor : Nurismi