Upaya Berau Coal Bantu Tekan Stunting, Kader Posyandu di 19 Kampung Dampingan Ikuti Seminar Stunting
Nurismi• Jumat, 24 April 2026 | 11:05 WIB
SEMINAR: PT Berau Coal terus memperkuat penanganan stunting di 19 kampung dampingan melalui edukasi kader dalam seminar kesehatan yang digelar, Kamis (23/4). (PT BERAU COAL UNTUK BERAU POST)
BERAU POST — Komitmen terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting, kembali dilakukan PT Berau Coal melalui penyelenggaraan seminar kesehatan yang melibatkan kader dari 19 kampung dampingan.Kegiatan yang mengusung tema “Kader Cerdas, Balita Sehat: Sinergi Gizi Klinik dan Pendekatan Psikologis dalam Penanganan Stunting” tersebut digelar di Auditorium Politeknik Sinar Mas Berau Coal, Kamis (23/4).Seminar ini menjadi bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan perusahaan melalui Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal (YDBBC), dengan salah satu fokus utama pada pilar kesehatan.Penanganan stunting menjadi perhatian serius, sejalan dengan program nasional yang mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.Community Based Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan menjelaskan, kegiatan edukasi ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat kapasitas kader di tingkat kampung, agar mampu melakukan pendampingan secara optimal kepada masyarakat.Selain edukasi, PT Berau Coal juga menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui skema Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) Mandiri Lokal. Program ini telah menyasar 420 anak yang tersebar di 19 kampung dampingan sepanjang 2024 hingga 2025.“Seminar ini menjadi pelengkap dari program yang sudah berjalan, seperti pemberian makanan tambahan kepada anak-anak di kampung lingkar tambang,” jelasnya.Tidak hanya itu, intervensi yang dilakukan juga mencakup penanganan spesifik bagi anak yang sudah mengalami stunting.Pendampingan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan tenaga medis, termasuk dokter spesialis, serta bekerja sama dengan puskesmas dan kader kesehatan di masing-masing wilayah.“Untuk anak yang sudah terindikasi stunting, kami lakukan pendampingan penanganan, termasuk rujukan ke dokter spesialis,” ungkapnya.Ke depan, program ini akan terus diperluas. Pada 2026, PT Berau Coal telah menyelenggarakan program lanjutan bagi kader di Kecamatan Teluk Bayur dan Segah, sebagai bagian dari penguatan kapasitas di wilayah dampingan.Ditegaskannya, perhatian terhadap stunting tidak lepas dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan generasi muda di Kabupaten Berau. Menurutnya, anak-anak yang sehat hari ini akan menjadi penentu masa depan daerah.“Kami menaruh harapan besar kepada generasi muda Berau. Penanganan stunting ini menjadi bagian penting, mulai dari usia dini, kemudian berlanjut ke pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.Ia juga menambahkan, keterlibatan PT Berau Coal dalam penanganan stunting telah berlangsung sejak 2024, saat pemerintah pusat mulai mendorong kolaborasi lintas sektor.Sejak saat itu, berbagai program dijalankan secara konsisten dengan melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat.Sementara itu, seminar tersebut juga menghadirkan dokter umum sekaligus Putri Indonesia 2022, Cindy May Mc Guire, sebagai salah satu narasumber. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya pemahaman menyeluruh terkait stunting, mulai dari penyebab, pencegahan, hingga penanganannya.Ia mengaku terkesan dengan tingginya perhatian terhadap isu stunting di Berau, yang ditunjukkan melalui keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan edukasi seperti ini.“Saya melihat ini sebagai salah satu persoalan besar, tetapi juga ada semangat yang luar biasa dari berbagai pihak untuk menanganinya. Ini sangat positif,” ungkapnya.Cindy juga menekankan pentingnya peran kader dan tenaga kesehatan dalam memberikan pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat, khususnya para ibu, agar lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan seperti puskesmas.Pun dukungan kader yang terlatih dan memiliki empati akan sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.“Harapan kami, kader yang mengikuti kegiatan ini bisa semakin terlatih dan semangat dalam membantu masyarakat, terutama para ibu, agar lebih peduli terhadap kesehatan anak,” ucapnya.Kader Posyandu Permata Borneo Kelurahan Sei Bedungun, Murniati mengaku mendapat banyak materi yang menarik dan tentunya aplikatif.Khususnya terkait stunting serta perkembangan anak, salah satunya aspek psikososial yang sering dialami anak usia dini.Menurutnya, seminar ini memberikan tambahan wawasan yang sangat bermanfaat bagi kader posyandu dalam menjalankan tugas di masyarakat.“Terima kasih kepada PT Berau Coal karena seminar ini tentunya menambah ilmu bagi kami, sehingga kami bisa menerapkannya di posyandu nantinya. Ke depan diharapkan bisa menerapkan seminar serupa dengan tema yang lain,” ujarnya. (aja/***/arp)