Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dari Singkong Jadi Keripik, Usaha Rumahan Warga Labanan Makmur Kian Berkembang

Nurismi • Kamis, 23 April 2026 | 07:52 WIB
USAHA DAN KEYAKINAN: Dari kebiasaan menanam singkong untuk mengisi waktu luang, Muhammad Syakirullah kini semakin sukses dengan usaha Keripik Singkongnya, terlebih dengan pendampingan dari PT Berau Coal. (SENO/BP)
USAHA DAN KEYAKINAN: Dari kebiasaan menanam singkong untuk mengisi waktu luang, Muhammad Syakirullah kini semakin sukses dengan usaha Keripik Singkongnya, terlebih dengan pendampingan dari PT Berau Coal. (SENO/BP)

BERAU POST – Muhammad Syakirullah (36) awalnya hanya menanam singkong untuk mengisi waktu luang. Hasil panennya pun sekadar dikonsumsi bersama keluarga atau dibagikan kepada tetangga.

Namun, melimpahnya hasil panen membuatnya berpikir untuk mengolah singkong tersebut menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan membawanya pada usaha Zafa Snack. 

“Awalnya hanya untuk konsumsi sendiri dan dibagi ke tetangga, tapi karena masih banyak, saya coba olah jadi keripik,” ujarnya.

Dari percobaan sederhana di dapur rumahnya, ia mulai menggoreng keripik singkong menggunakan peralatan seadanya.

Tak disangka, rasa keripik buatannya justru mendapat respons positif dari orang-orang di sekitarnya.

“Kalau ada teman datang, mereka coba dan bilang enak, bahkan menyarankan untuk dijual,” kenangnya.

Dorongan tersebut menjadi titik awal berdirinya usaha yang kemudian diberi nama Zafa Snack.

Bersama sang istri, Syakir mulai menekuni usaha ini secara lebih serius, meski dengan segala keterbatasan yang ada.

Namun, perjalanan itu tidak selalu mulus. Salah satu kendala yang dihadapi adalah belum adanya legalitas produk, yang menjadi syarat penting untuk memperluas pemasaran.

Kesempatan kemudian datang saat Syakir mendapat arahan untuk bergabung dalam program pemberdayaan UMKM yang didukung PT Berau Coal.

Melalui pendampingan tersebut, ia memperoleh berbagai bantuan, mulai dari pengurusan izin PIRT hingga pengembangan kemasan produk.

“Dengan adanya pendampingan, produk kami jadi punya legalitas dan kemasan lebih menarik,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga mendapatkan pelatihan ketahanan pangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, serta dukungan pemasaran sehingga produknya mulai masuk ke sejumlah swalayan di Tanjung Redeb.

Seiring waktu, usaha yang dirintis dari dapur kecil itu terus berkembang. Kini, Syakir mengelola lahan singkong seluas satu hektare dengan sekitar 5.000 batang tanaman.

Dalam satu pekan, ia mampu memproduksi keripik hingga dua kali, dengan hasil mencapai 25 hingga 30 kilogram.

Permintaan pasar pun terus meningkat. Produk Zafa Snack kini semakin mudah ditemukan dan diminati masyarakat.

Bahkan, produknya tengah dipersiapkan untuk masuk ke pusat oleh-oleh Rumah Kemas Batiwakkal di Jalan Pemuda.

Syakir mengaku bersyukur atas dukungan yang diterimanya selama ini, terutama dalam proses pengembangan usaha.

“Terima kasih atas pendampingannya, semoga usaha ini terus berkembang dan membawa berkah,” tuturnya.

Ia pun berpesan kepada pelaku usaha lainnya agar tidak ragu untuk memulai dan terus berinovasi.

Baginya, kunci utama dalam berusaha adalah kemauan untuk maju dan ketekunan dalam menghadapi tantangan.

“Kuncinya punya kemauan dan tidak mudah menyerah,” pungkasnya.(***/arp) 

Editor : Nurismi
#usaha rumahan #keripik singkong #PT Berau Coal