BERAU POST – PT Pamapersada Nusantara Distrik BRCG menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Berau bersama Pemerintah Kampung Gurimbang, menggelar pelatihan dan sosialisasi tanggap bencana kebakaran, Senin (20/4).
Kegiatan itu dilaksanakan pihak perusahaan sebagai antisipasi bencana kebakaran perumahan, hutan dan lahan, di saat Berau dilanda El Nino “Godzila”.
Kepala Kampung Gurimbang, Juliansyah menyambut baik pelatihan tersebut. Bahkan menilai sebagai bentuk tanggung jawab dari perusahaan terhadap kampung lingkar tambang dalam menghadapi bencana.
“Kami apresiasi inisiatif dari teman-teman PT Pamapersada Nusantara ini,” tuturnya.
Menurutnya, pelatihan ini sangat penting bagi warga Gurimbang dan sekitarnya, terlebih area tersebut masih banyak lahan gambut yang mudah terbakar. Tim yang sudah dilatih pun akan siap diturunkan jika terjadi musibah kebakaran.
“Tentunya pelatihan ini menjadi bekal bagi kami untuk memberikan bantuan,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan Disdamkartan Berau, Wijo menuturkan, pencegahan adalah kunci utama dalam penanggulangan kebakaran.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dipahami dengan benar oleh masyarakat,” ungkapnya.
Pihaknya juga melihat antusiasme yang luar biasa dari warga Gurimbang dalam mengikuti pelatihan tersebut.
Edukasi mengenai penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan pemadaman tradisional diajarkan pihaknya, diharapkan dapat meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujarnya.
Menurut Wijo, langkah PAMA dalam kepeduliaan bencana patut diacungi jempol. Apalagi pihak perusahaan sudah memiliki kewajiban untuk mempunyai tim pengendali api baik untuk Karhutla maupun perumahan di area tambang.
“Sudah bagus langkah PAMA,” tuturnya.
Terpisah, Septian Agung, perwakilan PT. Pamapersada Nusantara BRCG mengatakan, tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan, kesadaran, dan kesiapan kolektif masyarakat Gurimbang.
Mengingat area pemukiman dan lingkungan sekitar memiliki karakteristik yang memerlukan penanganan khusus, simulasi praktik lapangan pun dilakukan agar warga tidak panik saat menghadapi situasi darurat.
“Bagi kami, keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional adalah prioritas kami melalui program pengembangan masyarakat,” katanya.
Ia melanjutkan, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam membangun sinergi yang harmonis dengan lingkungan.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, kesiapan mental dan teknis warga Gurimbang semakin solid, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan kondusif bagi kita semua,” tutupnya. ((hmd/***/arp)
Editor : Nurismi