Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sekolah Lapang Kakao PT Berau Coal  Dorong Kemandirian Ekonomi Petani

Nurismi • Kamis, 16 April 2026 | 08:25 WIB
FOTO BERSAMA: Peserta Sekolah Lapang saat foto bersama seusai pelatihan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.  (SENO/BP)
FOTO BERSAMA: Peserta Sekolah Lapang saat foto bersama seusai pelatihan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.  (SENO/BP)

BERAU POST – Upaya mendorong ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Berau terus dilakukan PT Berau Coal melalui program Sekolah Lapang yang digelar secara konsisten di berbagai kampung.

Program ini menjadi bagian dari pelatihan berkelanjutan yang difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

Pada 8–9 April, Sekolah Lapang Budidaya Kakao kembali dilaksanakan di kebun percontohan Kampung Samburakat. Kegiatan tersebut diikuti 18 petani kakao pemula dari sejumlah wilayah, di antaranya Maluang, Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Bulungan, Sambakungan, Gunung Tabur, Rinding, Melati Jaya, Bedungun hingga Samburakat.

Community Base Development Manager PT Berau Coal Reza Hermawan menyebut, program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat sekaligus mempersiapkan kemandirian ekonomi di masa pascatambang. 

“Ini upaya perusahaan untuk memberdayakan masyarakat sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi dan mendorong kakao sebagai penopang masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan Sekolah Lapang merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang ekonomi.

Tidak hanya menyasar petani pemula, program ini juga mencakup petani eksisting melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) guna meningkatkan efisiensi usaha dan kualitas produksi kakao.

Selain pembelajaran teori dan praktik langsung di lapangan, peserta juga mendapatkan dukungan sarana produksi, mulai dari bibit kakao bersertifikat, pupuk, kompos, dolomit hingga tanaman penaung.

Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong produktivitas sekaligus kualitas hasil panen petani.

Pelaksanaan program turut melibatkan SIGAP (Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan), inisiatif Pemkab Berau yang berperan dalam mengidentifikasi, mengarahkan, serta mendampingi petani selama proses pengembangan kakao.

Kaur Umum Kampung Samburakat, Rina Susilowaty mengapresiasi, program tersebut dan menilai dukungan yang diberikan sangat membantu masyarakat, dalam mengembangkan usaha pertanian. 

“Ini kesempatan yang sangat baik untuk dimanfaatkan secara maksimal,” tuturnya.

Salah satu peserta, Hartati mengaku metode pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik membuat materi lebih mudah dipahami. Semakin banyak masyarakat tertarik mengembangkan kakao sebagai peluang usaha.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Sumber Daya Perkebunan, Heni Risnawati menilai potensi kakao Berau cukup besar, bahkan telah masuk dalam jajaran 10 cokelat terbaik nasional dan diminati pasar internasional. 

Ia berharap pendampingan yang dilakukan dapat mendorong petani berkembang secara berkelanjutan hingga tahap panen. (sen/***/arp)

 

Editor : Nurismi
#Ekonomi mandiri #PT Berau Coal #kakao