BERAU POST – Event Mak Dendang, akan segera digelar pada 16–19 April mendatang. Dengan konsep yang memadukan pertunjukan musik, pemberdayaan UMKM, serta pengenalan budaya pesisir dalam satu rangkaian kegiatan.
Executive Producer Mak Dendang, Morten, menyebutkan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya melalui keterlibatan komunitas dalam rangkaian acara, termasuk kegiatan yang terintegrasi dalam Mak Dendang.
“Konsep kami bukan sekadar konser, tapi bagaimana menghadirkan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Melalui event ini, pihaknya membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk ikut serta dalam bazar yang disiapkan di area acara. Momentum pasca-Lebaran dinilai tepat untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Saat ini, tercatat sebanyak 30 tenant UMKM telah terdaftar. Jumlah tersebut akan bertambah dengan adanya dukungan dari pihak lain yang menghadirkan konsep expo, sehingga total tenant diperkirakan mencapai sekitar 50. Termasuk dukungan Adira Expo di area bazar.
Meski begitu, panitia tetap membatasi jumlah peserta bazar demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Selain itu, proses kurasi juga dilakukan untuk memastikan seluruh tenant dapat berjalan seimbang tanpa saling bersaing secara tidak sehat.
“Kita sesuaikan dengan kapasitas lokasi supaya tetap nyaman, baik untuk pedagang maupun pengunjung,” jelasnya.
Mak Dendang juga mengusung kekuatan budaya sebagai daya tarik utama. Pun acara ini tidak semata-mata menonjolkan konser musik, tetapi juga menghadirkan pertunjukan budaya pesisir yang jarang ditampilkan di pusat kota.
Masyarakat akan disuguhkan berbagai penampilan budaya, termasuk pertunjukan kolosal yang biasanya hanya muncul pada momen tertentu di Berau. Selain itu, akan ada pula pertunjukan kontemporer yang dikemas lebih modern.
Salah satu yang menarik adalah simulasi prosesi adat. Meski dikemas lebih ringan, pihaknya memastikan tidak menghilangkan nilai sakral dari tradisi tersebut.
“Kita ingin masyarakat bisa melihat seperti apa prosesi adat tanpa harus menunggu momen tertentu di daerah pesisir,” ujarnya.
Panitia telah melakukan penataan lokasi, termasuk pemetaan area sesuai dengan kebutuhan acara. Area konser juga sudah mulai ditutup untuk mendukung kelancaran proses teknis, seperti pemasangan peralatan.
Sebagai penutup, Mak Dendang akan menghadirkan penampilan band For Revenge, yang saat ini tengah populer di kalangan penikmat musik.
Dengan konsep yang memadukan hiburan, ekonomi, dan budaya, Mak Dendang diharapkan mampu memberikan pengalaman baru bagi masyarakat Berau sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal. (aja/s/hmd)
Editor : Nurismi