BERAU POST - Sebanyak 60 kader Posyandu di Kelurahan Teluk Bayur mengikuti pelatihan 25 kompetensi dasar yang dilaksanakan selama dua hari, 8–9 April.
Kegiatan ini merupakan inisiasi PT Berau Coal (BC) yang berkolaborasi dengan Puskesmas Teluk Bayur dan Pemerintah Kelurahan Teluk Bayur, sebagai upaya mendukung program pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Berau.
Penguatan kapasitas kader ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam penurunan stunting. Belum lama ini Kabupaten Berau dalam pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting menunjukan peningkatan.
Berdasarkan evaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Berau yang sebelumnya berada di posisi ke-10 dengan capaian 94 poin, berhasil meningkat ke peringkat ketiga pada 2025 dengan capaian penilaian kinerja mencapai 100 persen.
Capaian tersebut mencerminkan semakin solidnya sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha.
Dalam hal ini, PT Berau Coal turut mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam mendukung upaya penurunan angka stunting.
Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendampingi ibu hamil, balita, hingga kelompok usia lainnya.
Materi yang diberikan mencakup keterampilan dasar Posyandu hingga pendekatan promotif dan preventif dalam penanganan stunting.
Community Base Development (CBD) Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam kegiatan ini.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi bersama puskesmas dan dinas kesehatan dalam pelatihan ini,” ujarnya Rabu (8/4).
Ia menegaskan bahwa sinergi tersebut penting untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu.
“Sinergi ini penting untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, khususnya kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan,” lanjutnya.
Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Kader posyandu adalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan ibu hamil, balita, remaja hingga lansia,” katanya.
Reza juga menekankan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Berau Coal dalam program penanganan stunting di wilayah lingkar tambang.
“Kami mendukung upaya Pemda Berau dan berkontribusi melalui upaya promotif dan preventif terkait stunting,” jelasnya.
Ia menilai peningkatan kompetensi kader merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
“Dengan kader yang kompeten, layanan posyandu meningkat dan berdampak pada kesehatan masyarakat serta penurunan angka stunting,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kesinambungan sinergi yang telah terjalin selama ini.
“Sinergi antara puskesmas dan Berau Coal sudah berjalan baik dan ini dukungan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dikembangkan dengan inovasi materi dan metode.
“Kami harap kegiatan ini berkembang, misalnya tema parenting dengan metode inovatif agar kader semakin nyaman belajar,” katanya.
Lurah Teluk Bayur, Remi Suriadi juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Pelatihan ini diharapkan mampu menambah wawasan dan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelatihan ini menambah pengetahuan kader dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam upaya penanganan stunting di Teluk Bayur,” ujar perwakilan kelurahan.
Dengan pelatihan ini, para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak dini. (sen)
Editor : Nurismi