Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Butuh Penanganan yang Serius Jalan Curam dan Berkelok Gunung Kasiran Dikeluhkan

Beraupost • Kamis, 2 April 2026 | 15:39 WIB
SILIH BERGANTI: Kendaraan yang melintas di kawasan Gunung Kasiran terpaksa silih berganti antarpengemudi pada titik-titik jalan yang curam dan berkelok agar lebih aman saat melintasinya.  (SENO/BP)
SILIH BERGANTI: Kendaraan yang melintas di kawasan Gunung Kasiran terpaksa silih berganti antarpengemudi pada titik-titik jalan yang curam dan berkelok agar lebih aman saat melintasinya.  (SENO/BP)

 

BERAU POST – Keluhan terhadap kondisi Jalan Poros Tanjung Redeb-Talisayan kembali mencuat. Ruas yang melintasi kawasan Gunung Kasiran, Kecamatan Sambaliung, dinilai membahayakan pengendara karena kontur jalan yang curam, berkelok, serta dipenuhi lubang besar.

Sejumlah warga dan pengendara yang kerap melintas mengaku waswas setiap kali melewati jalur tersebut, terutama saat membawa muatan berat. Selain tanjakan dan turunan ekstrem, kondisi permukaan jalan yang tidak rata memperbesar risiko kecelakaan.

Salah satu pengendara pick up, Daman, mengatakan dirinya hampir setiap hari melintasi jalur tersebut untuk mengangkut kebutuhan pertanian ke sejumlah wilayah. Ia menilai kondisi jalan di Gunung Kasiran memang membutuhkan perhatian serius.

“Kontur jalannya curam dan banyak lubang besar, jadi harus benar-benar hati-hati apalagi bawa muatan,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, belum lama ini terjadi insiden kecelakaan tunggal yang melibatkan truk bermuatan dari arah Tanjung Redeb menuju Kampung Suaran. Truk tersebut terguling diduga akibat kombinasi beban berat, jalan miring, serta kondisi permukaan yang rusak.

“Karena jalan curam, muatan berat dan miring, akhirnya truk itu rebah,” jelasnya.

Menurut Daman, kondisi ini bukan hanya membahayakan pengendara besar, tetapi juga kendaraan kecil. Ia berharap segera dilakukan penanganan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.

“Perlu penanganan segera, paling tidak lubangnya ditutup atau sekalian dipangkas jalannya supaya tidak terlalu curam,” tandasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Rahmat, sopir angkutan gas LPG yang rutin melintas di jalur tersebut untuk mendistribusikan kebutuhan energi ke wilayah Talisayan. Ia menyebut medan jalan di Gunung Kasiran cukup ekstrem dan menuntut kewaspadaan tinggi.

“Belokannya tajam di antara tanjakan dan turunan, kita bawa muatan harus ekstra waspada,” katanya.

Rahmat menambahkan, lubang-lubang dalam yang terdapat di beberapa titik semakin memperparah kondisi jalan. Jika tidak dikendalikan dengan baik, kendaraan berisiko kehilangan keseimbangan, terlebih saat membawa beban berat.

“Kalau tidak hati-hati bisa rebah karena muatan dan kondisi jalan,” ucapnya.

KECELAKAAN TUNGGAL: Satu unit truk bermuatan sempat mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Poros Tanjung Redeb-Talisayan beberapa waktu lalu. (SENO/BP)
KECELAKAAN TUNGGAL: Satu unit truk bermuatan sempat mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Poros Tanjung Redeb-Talisayan beberapa waktu lalu. (SENO/BP)

 

Ia pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas tersebut. Menurutnya, perbaikan tidak harus setengah-setengah, melainkan dilakukan secara menyeluruh agar aman dilalui dalam jangka panjang.

“Jalan sebelum dan sesudahnya sudah beton dan nyaman, kalau bisa di sini juga diperbaiki seperti itu,” pungkasnya.

Warga berharap perbaikan segera direalisasikan, mengingat jalur ini merupakan akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Berau. Jika tidak ditangani, kondisi jalan dikhawatirkan akan terus memicu kecelakaan dan mengganggu aktivitas distribusi barang serta mobilitas masyarakat.

Editor : Nurismi
#PT Berau Coal #perbaikan jalan