Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, HSB Bukukan Keuntungan Rp 6,8 Miliar pada 2025

Beraupost • Jumat, 13 Maret 2026 | 12:05 WIB

 

LAPORAN TAHUNAN: Direktur Utama PT HSB, Roby Maula, didampingi Direktur Operasional PT HSB, Wawan, saat menyampaikan laporan tahunan PT HSB di kantornya, Jalan Gunung Panjang, Kamis (12/3). (SENO/BP)
LAPORAN TAHUNAN: Direktur Utama PT HSB, Roby Maula, didampingi Direktur Operasional PT HSB, Wawan, saat menyampaikan laporan tahunan PT HSB di kantornya, Jalan Gunung Panjang, Kamis (12/3). (SENO/BP)

BERAU POST– PT Hutan Sanggam Berau (HSB) mencatatkan kinerja keuangan terbaik sepanjang perusahaan berdiri.

Dalam laporan tahunan tahun buku 2025 yang disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), perusahaan daerah tersebut berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 6,88 miliar, menjadi capaian tertinggi sejak mulai beroperasi pada 2003.

Direktur Utama PT Hutan Sanggam Berau, Roby Maula, menjelaskan bahwa RUPS perusahaan telah dilaksanakan pada Senin (9/3) di kantor PT Inhutani I, Jakarta, dengan dihadiri langsung para pemegang saham.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan perhitungan keuangan perusahaan untuk tahun buku 2025 yang sebelumnya telah diaudit oleh kantor akuntan publik.

“RUPS menyetujui laporan tahunan serta laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit dengan opini wajar tanpa pengecualian,” ujarnya Kamis (1/3).

Ia menerangkan, hasil audit yang diterbitkan pada 5 Februari 2026 menunjukkan bahwa laporan keuangan PT HSB menyajikan secara wajar posisi keuangan perusahaan per 31 Desember 2025.

Selain pengesahan laporan keuangan, RUPS juga menyepakati pembagian laba bersih perusahaan.

Dari total laba setelah pajak sebesar Rp 6,89 miliar, di mana sebanyak 62 persen dialokasikan sebagai dividen bagi para pemegang saham, sedangkan 38 persen sisanya dimasukkan ke dalam cadangan umum perusahaan.

“Pembagian dividen disepakati sebesar 62 persen dari laba bersih,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, total dividen yang dibagikan mencapai Rp 4,2 miliar. Pembagian dividen dilakukan sesuai dengan komposisi kepemilikan saham perusahaan.

Pemerintah Kabupaten Berau sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi 50 persen memperoleh dividen sebesar Rp 2,1 miliar.

Sementara PT Inhutani I yang memiliki 30 persen saham menerima Rp 1,2 miliar, dan Perusda Kehutanan Sylva Kaltim Sejahtera dengan porsi 20 persen mendapatkan Rp854 juta.

Roby menyebutkan, capaian laba pada tahun buku 2025 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Sebelumnya, laba terbesar yang pernah dibukukan PT HSB terjadi pada 2013 dengan nilai sekitar Rp 3,23 miliar.

“Sejak beroperasi pada 2003, tahun 2025 menjadi pencapaian laba terbesar perusahaan,” terangnya.

Meski demikian, manajemen tetap menaruh perhatian terhadap berbagai tantangan usaha yang diperkirakan muncul pada tahun-tahun mendatang.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mempercepat diversifikasi usaha di luar kegiatan utama pengelolaan hutan produksi.

Menurut Roby, beban operasional dan target produksi yang dihadapi perusahaan pada 2026 semakin berat dan tidak sepenuhnya sebanding dengan kondisi pasar.

“Kondisi global dan fluktuasi harga kayu log tentu memengaruhi iklim usaha perusahaan,” katanya.

Karena itu, perusahaan mulai mendorong pengembangan usaha lain yang lebih berkelanjutan dan memiliki potensi ekonomi tambahan bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar.

Dalam konteks tersebut, PT HSB juga mendorong kelompok Masyarakat Usaha Kehutanan (MUK) untuk memperluas komoditas budidaya yang mereka kelola.

Selain program tanaman ketahanan pangan seperti jagung, masyarakat juga didorong mengembangkan tanaman kakao dan kelapa genjah.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari sinergi antara program perusahaan dengan agenda pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Berau.

“Pengembangan kakao dan kelapa genjah menjadi bagian dari penyelarasan program perusahaan dengan kebijakan pemerintah daerah,” tukasnya.

Dengan kinerja keuangan yang meningkat dan strategi diversifikasi usaha yang mulai dijalankan, PT Hutan Sanggam Berau diharapkan mampu memperkuat kontribusinya terhadap pendapatan daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar wilayah pengelolaan hutan. (sen/sos/sam)

Editor : Nurismi
#rups #PT Hutan Sanggam Berau #perusahaan #Kabupaten Berau #laba #kontribusi