Ratusan anak-anak yatim piatu dan tidak mampu di 11 kampung lingkar tambang, memenuhi area parkir di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Kecamatan Teluk Bayur. Mereka memborong sejumlah kebutuhan menjelang Idulfitri.
MAULID HIDAYAT
Sejak pukul 08.00 Wita, mereka sudah merapikan area Pasar Kering Pasar SAD. Sudah memantau baju dan celana mana yang akan dibawa pulang.
Langkah semangat anak-anak yang didampingi pendamping mereka, gagah tegap menuju ke area pasar yang khusus berjualan baju, celana, kopiah, sarung, sepatu, sendal hingga perhiasan.
Mata mereka berbinar melihat barang pajangan yang diatur sedemikian rupa oleh para pedagang.
Tangan-tangan kecil mereka, memilih satu per satu dagangan yang dipersiapkan. Ada yang saling berebut celana panjang model terbaru.
Memilih gamis dengan varian warna yang menyegarkan mata. Ada yang langsung menuju jejeran kopiah. Yang jelas, amplop mereka sudah dipegang masing-masing.
Pasar kering yang biasa sepi di tengah Ramadan, mendadak riuh, tawa canda mengisi ruko, pedagang sibuk melayani pembeli, menunjukkan barang berkualitas yang mereka miliki.
“Om mau yang celana panjang hitam itu,” ucap Riski, salah satu anak yang ikut rombongan.
“Ini berapa harganya om,” tambah Sawal, temannya yang ikut memilih pakaian.
Para pendamping hanya bisa pasrah mengikuti langkah mereka, memasuki satu per satu toko yang ada.
Wajah lelah namun ceria terlihat jelas, keringat mulai membasahi kening. Namun langkah kaki tidak mau berhenti. Tentengan kantong plastik sudH di tangan kanan dan kiri mereka.
“Jadi Lebaran, terima kasih PAMA Berau,” kata Arul polos, anak kecil yang di tangannya sudah ada tiga kantong plastik hitam berisi sejumlah pakaian yang dia beli.
Sementara, Dini salah seorang pedagang di Pasar Sanggam Adji Dilayas, bersyukur dan terharu. Ia bersyukur karena dagangannya laris manis.
Namun ia terharu melihat anak-anak tersebut diperhatikan pihak perusahaan. Air matanya pun tidak bisa ia bendung.
Meluncur begitu saja, saat ada anak-anak usai berbelanja mencium punggung tangannya.
“Mereka tidak menawar harga, tapi kami yang kasih diskon besar,” tuturnya.
Gadis berhijab tersebut menambahkan, memang setiap tahun Pamapersada Nusantara Berau mengajak anak-anak lingkar tambang untuk berbelanja di pasar.
Dan seperti memori yang berulang, air matanya gak pernah bisa ditahan. “Saya senang saja. Liat anak-anak itu,” paparnya.
Butuh waktu satu jam lebih mereka memilih barang yang disukai. Saling memperlihatkan, apa saja yang sudah dibeli kepada temannya.
Masih tetap diselingi canda tawa. Bercerita tanpa beban, hanya suka dan bahagia yang mereka rasakan.
Sementara Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, mengapresiasi apa yang dilakukan Pamapersada Nusantara Berau, ia merasa tersentuh perhatian besar perusahaan kepada anak-anak “kurang beruntung” yang ada di lingkar tambang.
“Kami dari pemkab berterima kasih kepada PAMA,” ujarnya.
Said juga tampak berkaca-kaca melihat keluguan dan polosnya anak-anak yang hadir di Pasar SAD, ia menuturka kepedulian PAMA terhadap anak kurang mampu, yatim piatu, begitu besar.
PAMA berhasil menghadirkan senyum di tengah selimut mendung langit Berau.
“Saya paham, PAMA tidak hanya momen seperti ini hadir di masyarakat. Banyak kegiatan yang mereka lakukan,” tambahnya.
Manager Comrel Berau Coal, Sulaiman, pun tidak bisa menyembunyikan wajah harunya. Ia bahkan sempat berbincang dengan salah satu anak yang hadir di lokasi.
Ia mengungkapkan ini merupakan wujud syukur PAMA kepada masyarakat lingkar tambang yang terus memberikan dukungan.
Karyawan menyisihkan uang mereka untuk menebar kebahagian kepada anak-anak tersebut.
“Ini langkah bijak, mereka tersenyum bahagia, bagi kami itu suatu kebahagian tersendiri,” paparnya.
Sulaiman menambahkan, senyum anak-anak itu merupakan pemecut semangat bagi karyawan dan manajemen Pamapersada Nusantara. “Ini energi rahasia,” ujarnya terkekeh.
Terpisah, Kepala Bagian Coorporate Social Responsibility (CSR) Pamapersada Nusantara Berau, Faizal Imron Daryono, menambahkan, agenda ini sudah berlangsung selama 5 tahun berturut-turut. Dan uang yang dikumpulkan merupakan zakat karyawan.
“Kami bersyukur agenda ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Sebanyak 350 anak-anak dari 11 kampung lingkar tambang hadir pada kegiatan ini. Adapun 11 kampung tersebut yakni untuk wilayah site Binungan ada Kampung Tumbit Dayak, Tumbit Melayu, Labanan Jaya, Labanan Makarti, Labanan Makmur dan Long Lanuk.
Sedangkan untuk Area Gurimbang, ada Kampung Tanjung Perangat, Sukan Tengah, Bangun, Gurimbang dan juga Kelurahan Sambaliung.
“Doa tulus mereka penyemangat kami,” paparnya.
Faizal bahkan sempat menggandeng anak-anak untuk memilih secara langsung pakain yang mereka inginkan.
Tidak lupa, anak-anak tersebut, mengucapkan terima kasih kepada manajemen Pamapersada Nusantara Berau, karena menghadirkan kebahagian untuk mereka. (adv/sam)
Editor : Nurismi