BERAU POST – Komitmen mempererat silaturahmi dan membangun harmoni dengan masyarakat kembali ditunjukkan PT Berau Coal melalui agenda tahunan Safari Ramadan yang diselenggarakan di berberapa Kecamatan, diantaranya Sambaliung, Teluk Bayur, Segah, Tanjung Redeb dan Gunung Tabur.
Hari pertama safari diselenggarakan di Kecamatan Sambaliung yang diikuti sekitar 220 masyarakat Sambaliung.
Mengusung tema “Sinergi dan Bertumbuh dalam Kebersamaan”, kegiatan ini menjadi ruang temu antara perusahaan, mitra kerja, pemerintah, serta masyarakat dalam suasana penuh kehangatan.
Safari Ramadan dirangkai dengan buka puasa bersama yang dihadiri jajaran manajemen perusahaan, mitra kerja, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Kebersamaan tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi yang terus dijaga di wilayah operasional perusahaan.
General Manager Operational Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Ini adalah kegiatan yang sangat baik karena bukan hanya seremonial, tetapi menjadi wadah mempererat silaturahmi. Melalui momentum Safari Ramadan ini, kami berharap hubungan baik antara PT Berau Coal, mitra kerja, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, serta seluruh unsur masyarakat dapat semakin kokoh,” ujarnya.
Ia mengakui, pada tahun ini perusahaan menghadapi tantangan dari sisi produksi dengan target yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, PT Berau Coal berupaya utnuk menjaga stabilitas sosial serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan di wilayah operasionalnya.
“Produksi mungkin tidak akan sama seperti sebelumnya. Karena itu, ke depan kami akan lebih berfokus pada program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penguatan sektor perkebunan, pendidikan, hingga dukungan di bidang kesehatan,” jelasnya.
Sebagai bentuk nyata kontribusi tersebut, dalam kesempatan Safari Ramadan juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal di Kelurahan Sambaliung.
Pada sektor ekonomi, perusahaan menyalurkan 121.446 bibit kakao untuk lahan seluas 148,83 hektare, serta pengembangan hortikultura seluas 33,60 hektare.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Di bidang pendidikan, PT Berau Coal juga memberikan beasiswa kepada 34 mahasiswa melalui program beasiswa Politeknik Sinarmas Berau Coal dan Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB).
Dukungan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan siap bersaing.
Cahyo menambahkan, perusahaan akan terus mendorong peningkatan kapasitas generasi muda melalui akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas.
Harapannya, masyarakat tidak hanya tumbuh bersama perusahaan, tetapi juga mampu mandiri dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Kami ingin Ramadan ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga suasana yang aman dan damai. Kebersamaan inilah yang menjadi fondasi utama dalam menjaga harmoni dan pertumbuhan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Sambaliung, Ahmad Juhri menyambut baik kegiatan Safari Ramadan yang kembali dilaksanakan di wilayahnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun daerah.
“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul di pendopo kecamatan yang baru saja selesai dibangun. Kegiatan Ramadan bersama PT Berau Coal dan mitra kerja ini sudah menjadi agenda tahunan dan selalu kami dukung. Ini bukan kegiatan sesaat, tetapi sesuatu yang sudah mengakar dan terjalin dengan baik,” ungkapnya.
Menurutnya, konsep sinergi dan bertumbuh dalam kebersamaan benar-benar tercermin dari kolaborasi tiga elemen utama di Kecamatan Sambaliung, yakni pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, termasuk dukungan TNI dan Polri.
“Tidak mungkin pembangunan berjalan jika hanya satu pihak yang bergerak. Harus ada kebersamaan dan saling mendukung. Inilah yang membuat Kecamatan Sambaliung terus berkembang,” jelasnya.
Ia juga menyinggung potensi sektor pertanian dan perkebunan yang kini mulai menunjukkan perkembangan positif, termasuk pengembangan jagung, kakao dan komoditas lainnya yang menjadi salah satu unggulan wilayah.
Safari Ramadan ini pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menjaga keharmonisan serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Kecamatan Sambaliung.
“Dengan semangat kebersamaan, Ramadan menjadi momen strategis untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan optimisme menghadapi tantangan ke depan,” tutupnya (aky/adv)