Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

PT Berau Coal Berikan Persembahan Menyentuh Hati: "Kuatkan Rohani dengan Berzikir"

Beraupost • Senin, 16 Februari 2026 | 08:15 WIB
BERI PENCERAHAN: Ustaz Das
BERI PENCERAHAN: Ustaz Das

Lantunan shalawat menggema, menyatu dengan wajah-wajah penuh harap yang datang dari berbagai penjuru mengikuti Tablig Akbar.

Dalam rangka Isra Mikraj 1447 H, Tarhib Ramadan, serta penutupan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) .

Digelar oleh PT Berau Coal bekerja sama dengan Pengurus Yayasan Maula Arsyeh Al-Islamiyah dan Majelis Dzikir wa Ta’lim Ratibul Haddad Berau. Tablig Akbar iniengusung tema “Meneladani Rasulullah: Menjadi Pribadi Produktif dan Amanah”.

ARTA KUSUMA YUNANDA. Tanjung Redeb

Tak kurang dari 10.000 warga memadati lokasi acara yang terletak di Lapangan Pemuda. Mereka hadir bukan sekadar untuk berkumpul, tetapi untuk meneguhkan hati, menyambut bulan suci dengan jiwa yang lebih siap.

Suasana semakin hangat saat penceramah kondang, Das'ad Latif, naik ke atas panggung.

Dengan gaya khasnya cerdas, lugas, diselingi sentilan yang mengundang tawa ia berhasil mencairkan suasana tanpa mengurangi kedalaman makna.

Jemaah berkali-kali tersenyum, bahkan terbahak, namun tak sedikit pula yang terdiam merenungi pesan yang disampaikan.

Dalam ceramahnya, ia menjelaskan apa yang menggerakan langkah kaki menuju ke Tablig Akbar? Menurutnya itu adalah iman.

Jika bukan karena iman maka untuk apa datang, karena tidak ada doorprize ataupun hal lain.

“Jadi jika tidak ada niat dan iman, maka tidak akan para jemaah datang untuk mengikuti kegiatan seperti ini,” sebut dia dengan nada lantang.

Dia bercerita, saat dirinya berada di dalam pesawat saat menuju ke Berau, dirinya berfikir sebagai warga Makassar cemburu.

Kenapa? Menurut dia, tidak ada perusahaan di Makassar yang mengadakan acara Tablig Akbar seperti yang digelar di Kabupaten Berau.

“Alhamdulilah, PT Berau Coal mau menggelar kegiatan bermanfaat seperti ini, tidak ada urusan siapa pemiliknya tetapi mereka memberikan dampak untuk masyarakat,” kata dia.

Pesan itu disambut tepuk tangan panjang. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang batu bara harus terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

Mengundang ulama dan menghadirkan ruang-ruang dakwah seperti ini menurutnya, adalah bagian dari tanggung jawab moral yang harus dirawat.

Tak hanya itu, ia juga berpesan agar seluruh perusahaan di mana pun berada, dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat di wilayah operasionalnya masing-masing.

Dukungan serupa disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis. Ia menyambut baik kegiatan penuh makna tersebut dan menilai acara ini sebagai siraman rohani yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Antusias masyarakat luar biasa. Ribuan orang hadir dan menyaksikan kegiatan yang sangat bermakna ini,” ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Berau, ia juga menyampaikan apresiasi dan dukungan, seraya berharap perusahaan-perusahaan lain dapat turut ambil bagian dalam kegiatan serupa.

Menariknya, hari itu bukan hanya tentang penguatan rohani. Pagi harinya, lebih dari 3.700 peserta mengikuti Berau Coal Run 2026.

Sebuah kontras yang indah menguatkan jasmani di pagi hari, lalu menguatkan rohani di malam hari.

Sementara GM Operational Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya dua agenda besar dalam satu hari.

“Jika paginya kita menguatkan kebersamaan dalam Berau Coal Run 2026, maka malam ini (Sabtu, red) kita berkumpul dalam suasana yang lebih khusyuk dan penuh keberkahan,” ujarnya.

“Jika pagi kita menguatkan jasmani dengan berlari, maka malam ini kita menguatkan rohani dengan berzikir, berselawat dan menimba ilmu,” tutur dia.

Ia menegaskan bahwa Berau Coal Run 2026 dan Tablig Akbar merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Berau.

Harapannya, kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus spiritualitas masyarakat, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup yang lebih baik.

Ia juga menambahkan bahwa penutupan rangkaian Bulan K3 Nasional bukan berarti berakhirnya semangat keselamatan dan komitmen bersama.

Justru, momentum ini menjadi titik awal untuk melangkah dengan niat yang lebih baik, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah ulama besar Kabupaten Berau, di antaranya Habib Jamaluddin Fahmi Al-Jufri, serta para alim ulama lainnya yang semakin menambah khidmat suasana. (sam)

Editor : Nurismi
#BK3N #tablig akbar #PT Berau Coal #Ustaz Das’ad Latif