Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

PT SBE Salurkan CSR Rp 1,5 M, Wujud Komitmen Perusahaan untuk Tumbuh Bersama Masyarakat

Beraupost • Minggu, 15 Februari 2026 | 10:10 WIB
SIMBOLIS: Manajemen PT SBE menyerahkan cek senilai Rp 500 juta kepada kepala kampung Rantau Panjang, Pegat Bukur, dan Plt Lurah Teluk Bayur. (SENO/BP)
SIMBOLIS: Manajemen PT SBE menyerahkan cek senilai Rp 500 juta kepada kepala kampung Rantau Panjang, Pegat Bukur, dan Plt Lurah Teluk Bayur. (SENO/BP)

BERAU POST - Manajemen PT Supra Bara Energi (SBE) terus merealisasikan komitmennya dalam program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, melalui dukungan program pembangunan yang sudah direncanakan tiga wilayah yang masuk dalam lingkar tambang.

Bahkan dalam penyalurannya, PT SBE menyerahkan sepenuhnya rencana pemanfaatan bantuan langsung kepada kampung dan kelurahan penerima.

Direktur Legal PT SBE Tri Agus Heru Prasetyo didampingi Direktur PT SBE Amba, menjelaskan, penyaluran dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memang menjadi komitmen perusahaan yang rutin disalurkan setiap tahun.

Dengan sasaran wilayah lingkar tambang, yakni Kelurahan Teluk Bayur, Kampung Rantau Panjang, dan Kampung Pegat Bukur.

Masing-masing kampung dan kelurahan akan menerima dana sebesar Rp 500 juta, untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan yang sudah direncanakan masing-masing kampung dan kelurahan.

“PT SBE tidak hanya berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan operasional perusahaan saja. Tapi juga selalu berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” jelas Tri Agus sebelum penyerahan dana yang dilaksanakan di Kantor PT SBE, Jumat (13/2) lalu.

Pihaknya pun berharap, dana yang disalurkan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk merealisasikan program yang sudah dicanangkan pemerintah kampung dan kelurahan, sesuai dengan usulan perencanaan program yang diajukan ke perusahaan.

“Jadi kami menyalurkannya dalam bentuk dana, karena ingin memberdayakan masyarakat juga dalam pelaksanaannya. Jadi masyarakat setempat yang langsung dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan di masing-masing kampung dan kelurahan,” ujarnya.

Sebab lanjut dia, sebelumnya perusahaan telah meminta kepada dua kampung dan satu kelurahan tersebut untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan menggunakan dana TJSL yang disalurkan sebagai program CSR perusahaan.

“Ini adalah wujud nyata keseriusan perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasional,” lanjutnya.

Terdapat berbagai program prioritas yang akan dibiayai oleh dana tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Di Kampung Pegat Bukur, anggaran akan difokuskan pada kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, budaya, serta pembangunan infrastruktur kampung.

Sementara itu, di Kampung Rantau Panjang, dana akan dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan Masjid Ar-Rahman yang saat ini sangat membutuhkan dukungan anggaran.

Sementara Kelurahan Teluk Bayur, rencana kegiatan akan difokuskan pada penguatan sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan anak, serta dukungan penuh bagi kegiatan kepemudaan.

Agus berharap bantuan ini dapat berfungsi sepenuhnya untuk menunjang kualitas hidup masyarakat. 

“Semoga dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Semoga aset yang dibangun dapat dijaga dengan baik, kolaborasi kita sudah sangat luar biasa,” pesan Agus.

Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro, yang turut menyaksikan penyaluran dana tersebut, memberikan apresiasi mendalam atas kepedulian perusahaan.

Ia menyebut momentum ini sebagai ‘Jumat Berkah’ karena perusahaan telah menjawab keinginan masyarakat akan peran aktif sektor swasta.

“Alhamdulillah, kami bersyukur mendapatkan bantuan ini,” kata Edi.

Ia mengakui, di tengah kondisi defisit anggaran dan kebijakan keuangan pusat yang berdampak pada dana kampung, peran PT SBE menjadi sangat krusial bagi pembangunan lokal.

Sementara itu, Camat Sambaliung, Ahmad Juhri, menyarankan agar sebagian anggaran tersebut dapat dikelola secara produktif melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) atau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

Salah satu inovasi yang diusulkan adalah pengembangan peternakan ayam petelur modern yang juga bisa berfungsi sebagai wisata edukasi.

“Ini bisa kita manfaatkan untuk itu agar kampung bisa menggunakan dana itu dalam jangka panjang. Kandang dibuat modern, ini bisa dikembangkan ke depan,” jelas Juhri.

Agenda ini ditutup secara khidmat dengan penyerahan simbolis cek keuangan kepada masing-masing perwakilan kampung.

Dana tersebut siap dicairkan untuk segera diimplementasikan dalam berbagai program pembangunan yang telah direncanakan. (adv/sen)

Editor : Nurismi
#pemberdayaan masyarakat #PT Supra Bara Energi