BERAU POST – PT Berau Coal kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan kampung.
Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT Berau Coal membangun Jembatan Usaha Tani Kampung Pegat Bukur sebagai akses masyarakat menuju area perkebunan dan pertabuan mereka.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengapresiasi kontribusi PT Berau Coal yang dinilai ikut membantu pemerintah daerah dalam membenahi infrastruktur kampung.
Ia menegaskan, pembangunan tidak mungkin sepenuhnya ditangani pemerintah, sehingga dukungan perusahaan menjadi bagian penting dari percepatan kemajuan daerah.
“Kami apresiasi kepada PT Berau Coal. Hadirnya perusahaan punya kontribusi yang luar biasa terhadap pengembangan di Kabupaten Berau, terima kasih kepada PT Berau Coal,” ujarnya
usai meresmikan kantor BUMK Batu Bual Sejahtera Kampung Pegat Bukur, Jumat (6/2).
Menurut Said, kontribusi perusahaan bukan hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Ia berharap program yang dijalankan dapat menjadi legasi jangka panjang, terutama dalam menyiapkan kemandirian masyarakat pascatambang.
“Kami harap juga prospek kakao ini menjadi industri baru di Berau, pascatambang ke depan masyarakat bisa tetap sejahtera dengan usaha baru yang dimiliki,” tambahnya.
Sementara Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma, turut menyampaikan terima kasih atas dukungan PT Berau Coal melalui pembangunan jembatan, gorong-gorong, serta jalan usaha tani yang menghubungkan akses menuju kawasan pertanian dan perkebunan masyarakat.
“Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Pegat Bukur. Dan semoga PT Berau Coal ke depan lebih konsisten lagi untuk membantu penyaluran CSR-nya di Pegat Bukur,” katanya.
Terlebih, keberadaan infrastruktur tersebut sangat membantu petani karena membuka akses menuju area pertanian, perkebunan kakao, hingga permukiman baru.
Dengan akses yang lebih baik, lahan-lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat dimanfaatkan lebih maksimal.
“Kami mengajak masyarakat menjaga dengan baik dan memanfaatkan dengan baik jangan sampai fasilitas tersebut dirusak,” pesannya.
Penanggungjawab Operasional BUMK Batu Bual Sejahtera, Rafli Renanda, menilai bantuan pembangunan jembatan usaha tani menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat Pegat Bukur yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Akses jalan yang memadai sangat dibutuhkan agar aktivitas pertanian berjalan lebih efisien.
“Kami tentu sangat berterima kasih kepada PT Berau Coal, atas bantuan tersebut masyarakat sangat terbantu untuk menuju perkebunan dan pertanian mereka,” ungkap Rafli.
Terpisah, Community Base Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menjelaskan, pembangunan jembatan usaha tani merupakan bagian dari program unggulan perusahaan bersama masyarakat, khususnya dalam mendukung kelompok tani hortikultura dan pengembangan kakao.
“Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat atau PPM, PT Berau Coal turut berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Usaha Tani Kampung Pegat Bukur,” jelasnya.
Diakunya, aktivitas pertanian dan perkebunan di Pegat Bukur selama ini menghadapi tantangan besar, terutama keterbatasan akses jalan yang dapat dilalui kendaraan.
Kondisi itu berdampak pada proses pengangkutan hasil kebun yang belum optimal, sehingga memengaruhi nilai ekonomi petani.
Oleh karena itu, pembangunan jalan usaha tani, jembatan, serta gorong-gorong diharapkan menjadi solusi agar petani memiliki akses yang lebih aman dan lancar dalam mendukung kegiatan produksi maupun distribusi hasil kebun.
Peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat akses infrastruktur pertanian sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat kampung, khususnya sektor perkebunan dan hortikultura yang menjadi tumpuan sebagian besar warga Pegat Bukur.
“Kami meyakini pembangunan infrastruktur dasar seperti ini memiliki peran penting dalam mendorong produktivitas petani, memperkuat ekonomi kampung, serta menciptakan peluang pengembangan usaha yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain infrastruktur, PT Berau Coal juga menjalankan program pendukung terintegrasi, mulai dari sekolah lapang bagi 16 petani, pembangunan kebun kakao seluas 8 hektare, hingga pengembangan kemitraan kompos bersama BUMK Batu Bual.
Perusahaan juga membangun fasilitas agrowisata berupa toilet dan gazebo, mendukung pengelolaan lingkungan melalui bantuan motor sampah, serta menjalankan program penanganan stunting bagi 16 anak.
Seluruh inisiatif tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas hidup warga Pegat Bukur secara berkelanjutan.
Ia berharap fasilitas yang telah diresmikan dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan menjadi fondasi kemandirian ekonomi kampung. (aja/adv/sam)
Editor : Nurismi