BERAU POST – Emergency Response Group (ERG) PT Berau Coal kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Khususnya kalangan pelajar, melalui kegiatan edukasi kebencanaan dan keselamatan.
Kali ini, ERG PT Berau Coal memberikan materi pertolongan pertama pada gawat darurat (PPGD) serta simulasi evakuasi diri saat terjadi bencana kepada pelajar SMP Miftahul Huda, Gunung Panjang, Rabu (21/1).
Kegiatan ini dilaksanakan atas permintaan pihak sekolah yang menginginkan adanya pelatihan keselamatan bagi para pelajarnya.
ERG PT Berau Coal pun merespons permintaan tersebut, sebagai bagian dari kepedulian perusahaan terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat mulai dari usia dini.
Perwakilan ERG PT Berau Coal, Vidya Cinta menyampaikan, dalam kegiatan tersebut para pelajar mendapatkan materi PPGD yang meliputi penanganan CPR/RJP (Resusitasi Jantung Paru), luka bakar, luka pendarahan, hingga penanganan korban tersedak.
“Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh para pelajar, mengingat usia mereka yang masih tergolong anak-anak,” katanya.
Disebutkannya, para pelajar terlihat antusias mengikuti kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif saat praktik langsung.
Menurutnya, anak-anak cukup cepat menangkap materi dan mampu mempraktikkan kembali teknik dasar pertolongan pertama yang diajarkan.
Hal ini menjadi nilai positif, karena anak-anak merupakan kelompok yang paling sering mengalami luka ringan dalam aktivitas sehari-hari.
“Anak-anak itu paling sering kena luka. Nah, mereka diberikan penanganan pertamanya. Alhamdulillah mereka sudah bisa melakukan penanganan pertamanya,” jelasnya.
Selain pertolongan pertama, para pelajar juga dibekali pengetahuan dasar terkait evakuasi diri saat terjadi bencana.
Dirinya berharap, para pelajar tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keberanian dan kesiapan untuk melakukan pertolongan pertama secara sederhana ketika menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekitar mereka.
“Edukasi sejak dini dinilai penting agar kesadaran akan keselamatan menjadi budaya yang tertanam sejak bangku sekolah,” ujarnya.
Kepala SMP Miftahul Huda, Ahmad Fatahillah menyampaikan, kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi sekolahnya yang memiliki sistem asrama bagi para pelajar.
Dengan tinggal di asrama, anak-anak harus dibekali kemampuan untuk tanggap ketika terjadi insiden kecil yang bisa saja muncul sewaktu-waktu dalam aktivitas harian mereka.
Ia mencontohkan, dalam keseharian anak-anak sering bermain di dalam kamar asrama dan memungkinkan mengalami kejadian seperti terjatuh atau terluka.
“Pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama sangat dibutuhkan agar mereka tidak panik dan bisa melakukan penanganan awal sebelum mendapatkan bantuan lebih lanjut,” jelasnya.
Selain itu, pihak sekolah juga mendapat arahan dari Dinas Pendidikan agar simulasi pertolongan pertama menjadi kegiatan pembinaan pelajar.
“Saat ini, jumlah santri di SMP Miftahul Huda mencapai sekitar 200 anak, sehingga kebutuhan akan pemahaman pertolongan pertama menjadi semakin penting,” sebutnya.
Pihaknya menyampaikan, terima kasih kepada PT Berau Coal yang telah memberikan penyuluhan kepada para pelajar.
Kepala sekolah berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut ke depan, bahkan jika memungkinkan bisa dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.
Sementara itu, salah seorang pelajar kelas VIII SMP Miftahul Huda, Brandon, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut, karena terasa seru dan menambah pengetahuan baru.
Ia pun kini menjadi lebih tahu bagaimana cara melakukan pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi gawat darurat.
“Kegiatannya seru dan banyak ilmu yang bisa diserap. Sehingga, kita tidak lagi bingung jika suatu saat menghadapi kejadian serupa,” katanya. (aja/***/arp)
Editor : Nurismi