Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sinergi Pemkab Berau dan PT Berau Coal, Resmikan Pedestrian Museum Batiwakkal dan Dermaga Wisata Gunung Tabur

Beraupost • Rabu, 24 Desember 2025 | 13:25 WIB
FOTO BERSAMA: Bupati Berau, Sri Juniarsih, Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, foto bersama management PT Berau Coal usai peresmian pedestarian Museum Batiwakkal dan dermaga wisata. (ARTA KUSUMA/BP)
FOTO BERSAMA: Bupati Berau, Sri Juniarsih, Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, foto bersama management PT Berau Coal usai peresmian pedestarian Museum Batiwakkal dan dermaga wisata. (ARTA KUSUMA/BP)

Sebagai bentuk dukungan dan sinergi antara pemerintah dan perusahaan. Kembali, PT Berau Coal bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meresmikan pembangunan dermaga wisata yang berada di depan Museum Batiwakal.

Gunung Tabur

Pembangunan fasilitas tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat infrastruktur pendukung destinasi wisata sejarah dan budaya di Gunung Tabur, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Dalam persemian yang dilaksanakan kemarin (23/12), Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian Pemkab Berau dan PT Berau Coal terhadap pengembangan kawasan wisata di wilayahnya.

Menurutnya, pedestrian di sekitar Museum Batiwakkal membawa perubahan signifikan terhadap wajah kawasan tersebut.

“Pembangunan pedestrian ini merupakan langkah nyata dalam penataan kawasan wisata, khususnya di sekitar Museum Batiwakkal yang selama ini menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pedestrian tersebut membuat kawasan menjadi lebih tertata, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan, termasuk anak-anak hingga lansia.

Museum Batiwakkal pun tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai ruang publik yang aktif dimanfaatkan untuk kegiatan budaya, sosial, hingga wisata sungai.

“Kehadiran pedestrian ini semakin memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik yang inklusif dan representatif bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara pembangunan Dermaga Wisata Gunung Tabur diharapkan menjadi pengungkit utama pengembangan wisata berbasis masyarakat.

Selain menunjang transportasi lokal, dermaga ini menjadi akses strategis bagi wisata sungai dan kunjungan wisatawan ke wilayah Gunung Tabur.

“Dermaga ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi pintu masuk bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Di sekitar kawasan terdapat pelaku UMKM, rencana wisata kuliner, serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang aktif mengembangkan paket-paket wisata,” jelas Lutfi.

Di lokasi yang sama, General Manager Operational Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus tumbuh dan hadir bersama masyarakat serta Pemkab Berau.

“Hari ini kita menyaksikan peresmian Dermaga Wisata Gunung Tabur, sebuah fasilitas yang kami harapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan pariwisata daerah. PT Berau Coal berkomitmen mendukung pembangunan Kabupaten Berau sejalan dengan apa yang telah dilakukan,” ungkapnya.

Dirinya menyebut pembangunan dermaga wisata ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal yang berfokus pada penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan bahwa pada 2019 lalu, PT Berau Coal telah meresmikan Lampak Gunung Tabur sebagai upaya memperkuat identitas daerah dan daya tarik wisata.

Pembangunan dermaga wisata tahun ini menjadi kelanjutan dari komitmen kebersamaan tersebut.

“Dermaga ini dibangun untuk meningkatkan aksesibilitas wisata melalui jalur air, mempermudah kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Dalam momentum peresmian tersebut, PT Berau Coal juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial dan ekonomi, di antaranya beasiswa pendidikan sebagai bentuk investasi jangka panjang pada sumber daya manusia.

Beasiswa diberikan kepada 22 mahasiswa Politeknik Sinar Mas Berau Coal dan 20 mahasiswa Institut Teknologi Sinar Mas Berau Coal (ITSB), khususnya bagi putra-putri daerah Kecamatan Gunung Tabur.

Selain itu, perusahaan juga menyerahkan bibit kakao, bibit tanaman penaung, serta sarana produksi untuk pengembangan kebun kakao seluas 138 hektare, sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan perkebunan.

Dukungan bagi pelaku UMKM turut diwujudkan melalui penyediaan gerobak UMKM di kawasan Tepian Gunung Tabur.

“Kami menyadari bahwa infrastruktur dan bantuan ini hanyalah sarana. Keberhasilan pengembangan pariwisata sangat bergantung pada kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga serta mengelola fasilitas ini secara berkelanjutan,” tegas Cahyo.

Adapun Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara Pemkab Berau dan PT Berau Coal dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.

"Saya mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya kepada PT Berau Coal yang telah banyak mensupport kegiatan di Kabupaten Berau" ucapnya.

“Pembangunan pedestrian Museum Batiwakkal dan Dermaga Wisata Gunung Tabur ini merupakan contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha.

Infrastruktur ini tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga membuka ruang ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat,” sambung Bupati.

Bupati berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal, sehingga benar-benar memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan pariwisata Kabupaten Berau.

“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita optimistis Gunung Tabur akan tumbuh sebagai destinasi wisata unggulan yang berdaya saing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” pungkasnya. (aky/sam)

Editor : Nurismi
#PT Berau Coal #museum #pemkab berau