BERAU POST - PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), secara konsisten berkomitmen melakukan aksi pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan kebun (Karlabun).
Komitmen tersebut dilakukan salah satunya dengan menggelar sosialisasi, apel siaga, hingga simulasi penanganan darurat yang melibatkan masyarakat di tiga desa yaitu Desa Muara Lesan, Desa Merapun, dan Desa Merabu, Kecamatan Kelay.
Sosialisasi dan pelatihan yang rutin dialkukan perusahaan tiap tahun ini berlangsung dengan melibatkan unsur Muspika Kecamatan Kelay, Berau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kelay, Dinas Perkebunan Berau, serta peserta dari Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di lima desa sekitar perusahaan.
General Manager PT AAPA Suhariono, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga wilayah tetap aman dari risiko Karhutla.
Karena itu, program sosialisasi dan pelatihan ini rutin digelar bertujuan untuk memperdalam pemahaman masyarakat tentang bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar serta memperkuat kemampuan warga dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
“Pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.
Ia melanjutkan, sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan menjadi kunci agar wilayah tetap aman dan lestari.
Melalui pelatihan ini, pihak perusahaan ingin menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan.
Ingin memastikan setiap anggota KTPA memiliki pengetahuan yang cukup dan keterampilan yang benar dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Dengan begitu, masyarakat tidak hanya siap bertindak ketika terjadi insiden, tetapi juga mampu mencegahnya sejak dini,” ungkap Suhariono.
Dalam pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan materi pencegahan Karhutla serta pelatihan teknis pemadaman kebakaran.
Adapun Materi pelatihan mencakup penggunaan peralatan pemadaman, strategi penanggulangan dini, serta tata cara pelaporan jika ditemukan indikasi kebakaran di lapangan.
Perusahaan juga turut memaparkan langkah kesiapsiagaan internal, termasuk mekanisme koordinasi dan penggunaan sarana pemadam di lapangan.
Sekretaris Dinas Perkebunan Berau, Mansur Tanca, yang hadir dalam acara turut memberikan apresiasi kepada perusahaan, menurutnya kegiatan yang dilakukan PT AAPA memberikan edukasi kepada masyarakat turut memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat dalam mencegah Karhutla.
Ia menilai pendekatan edukatif yang dilakukan perusahaan efektif karena menyentuh langsung masyarakat sebagai pihak terdekat dengan area rawan kebakaran.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, PT AAPA turut menyerahkan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran kepada KTPA di masing-masing desa binaan.
Dua desa yaitu Desa Merapun, dan Muara Lesan bahkan turut mendapatkan reward Desa Bebas Kebakaran masing-masing berupa uang tunai Rp 50 juta.
Estate Manager PT AAPA Sukardi menjelaskan reward Desa Bebas Kebakaran diberikan kepada desa yang berhasil menjaga areanya bebas dari Karhutla selama setahun terakhir.
“Pemberian reward menjadi bentuk apresiasi bagi masyarakat yang berhasil menjaga wilayahnya tetap aman, sekaligus dorongan agar semangat kolektif dalam menjaga lingkungan terus tumbuh,” katanya.
“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi desa lain untuk terus waspada dan memperkuat kerja sama dalam pencegahan Karhutla,” jelas Sukardi.
Melalui kegiatan ini, PT AAPA menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab serta membangun kemitraan yang kuat dengan masyarakat dan pemerintah daerah.
Dengan sinergi yang terjalin, perusahaan berharap seluruh desa binaan dapat menjadi contoh dalam penerapan praktik pencegahan Karhutla yang berkelanjutan. (adv/hmd)
Editor : Nurismi