BERAU POST – Sebagai bentuk dukungan terhadap program unggulan Pemerintah Kabupaten Berau, PT Berau Coal berkolaborasi dengan Pejuang Sigap Sejahtera dalam kegiatan Sekolah Lapang Kakao yang dilaksanakan di Kebun Percontohan Kakao, Sungai Enau pada Kamis (6/11).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengembangkan potensi komoditas kakao sebagai salah satu sektor unggulan di Kabupaten Berau.
Program SIGAP (Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan) merupakan program konsorsium antara Pemerintah Kabupaten Berau, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Yayasan Lingkar Rakyat Nusantara (YALIRA), dan PT Berau Coal.
Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan komoditas kakao yang juga menjadi bagian penting dari program pemberdayaan masyarakat PT Berau Coal.
Sebanyak 48 Pejuang SIGAP Sejahtera dari 12 kecamatan mengikuti Sekolah Lapang tersebut. PT Berau Coal menghadirkan trainer dan narasumber berpengalaman untuk memperkuat kapasitas para fasilitator lapangan.
Dalam program konsorsium, Pejuang SIGAP Sejahtera berperan sebagai ujung tombak pendampingan masyarakat dalam pengembangan kakao di wilayah masing-masing.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pengetahuan dan praktik budidaya kakao mulai dari persiapan lahan, pengajiran, penggalian lubang tanam, pemupukan, penyediaan bibit klonal unggul, penanaman, pemeliharaan tanaman penaung, teknik pemupukan, penyiraman, hingga pengendalian gulma, hama, dan penyakit.
Project Koordinator Pejuang Sigap Sejahtera, Hamzah Nasir, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor di Kabupaten Berau.
“Program kolaborasi ini sangat baik karena menyatukan pemerintah, pihak swasta seperti PT Berau Coal, dan lembaga lingkungan. Kita harus lanjutkan kerja sama ini untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Berau, Lita Handani, yang turut memberikan materi kebijakan pembangunan perkebunan daerah.
“Tema yang diangkat sangat relevan, karena saat ini setiap petugas diarahkan untuk bekerja secara tematik sesuai potensi kampung,” terangnya.
Di perkebunan, pihaknya mendorong empat komoditas utama yaitu kelapa, karet, kakao, dan kopi.
Sekaligus berharap Pejuang SIGAP dapat membantu mengawal pengembangan komoditas tersebut.
“Di kampung yang belum memiliki penyuluh lapangan, keberadaan Pejuang Sigap sangat membantu,” jelasnya.
Salah satu peserta, Widyawati mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Kami banyak belajar tentang budidaya kakao. Semoga kolaborasi antara PT Berau Coal dan program Sigap ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Berau,” tuturnya.
Melalui pengembangan kakao, PT Berau Coal berupaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan riil masyarakat.
Community Based Development (CBD) Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan menegaskan, dukungan perusahaan terhadap program SIGAP merupakan bagian dari komitmen besar dalam membangun ekonomi lokal yang mandiri.
Dukungan Berau Coal terhadap pengembangan kakao sejalan dengan fokus PPM PT Berau Coal dalam meningkatkan kemandirian ekonomi.
Sekaligus berharap para Pejuang Sigap Sejahtera dapat menjadi agen perubahan yang menggerakkan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi kakao di wilayahnya.
“Kami melihat program SIGAP sebagai kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk membangun Berau yang berkelanjutan,” tegasnya.(sen/***/arp)
Editor : Nurismi