Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

PT HSB Berau Sukses Jaga Stabilitas Perusahaan Lewat Pola Permodalan yang Minim Risiko

Beraupost • Senin, 17 November 2025 | 08:30 WIB
TERUS BERTAHAN: Dengan segala tantangan di bisnis perkayuan, PT HSB berhasil berjalan dan memberikan sumbangsih pada pendapatan asli daerah.
TERUS BERTAHAN: Dengan segala tantangan di bisnis perkayuan, PT HSB berhasil berjalan dan memberikan sumbangsih pada pendapatan asli daerah.

BERAU POST – Strategi pengelolaan keuangan yang adaptif, dalam menjaga stabilitas perusahaan dari potensi kerugian cukup berhasil diterapkan PT Hutan Sanggam Berau (HSB).

Menurut Direktur Utama HSB, Roby Maula, sejak awal pembentukan perusahaan, HSB memang memiliki karakteristik berbeda dengan perusahaan daerah lain.

Ia menyebut, fluktuasi pendapatan justru menjadi bagian dari strategi perusahaan agar tetap bertahan dalam situasi ekonomi yang dinamis.

“HSB ini dulunya anak usaha salah satunya dari PT Inhutani, badan usahanya bergerak dalam kehutanan,” ungkap Roby.

Dijelaskannya, HSB diberikan areal kerja yang produktif, tetapi tidak memperoleh penyertaan modal dari pemerintah daerah. Padahal pemulihan hutan tetap butuh tenaga dan sumber daya manusia (SDM).

“Namun pada tahun 2003 situasinya masih memungkinkan, karena harga kayu tinggi dan ada banyak pihak ketiga yang bisa lebih mendahului biaya operasional,” katanya.

Dalam skema tersebut, pihak ketiga menanggung lebih dulu biaya produksi dan kemudian membayar nilai kayu yang dihasilkan.

Konsep itu menjadi strategi agar perusahaan tidak terbebani modal besar, sekaligus meminimalisir risiko kerugian.

Lanjut Roby, prinsip efisiensi menjadi dasar dalam pengembangan usaha HSB hingga saat ini.

“Kami selalu mencari pola permodalan yang minim, sehingga beban biaya lebih banyak ditanggung pihak ketiga, tetapi kendali pengelolaan tetap di tangan HSB,” ujarnya.

Selain sektor kehutanan, HSB juga mulai memperluas usaha ke bidang lain seperti ketahanan pangan dan pemenuhan suplai kebutuhan lokal.

Upaya itu bertujuan agar neraca keuangan tidak terlalu terbebani. “Tapi tetap memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ucapnya.

Pihaknya pun optimistis terhadap perkembangan aset perusahaan yang tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan.

Apalagi diakuinya keberadaan sejumlah pihak berpengalaman dalam pengayaan hutan di HSB, menjadi kunci eksistensi pihaknya sejauh ini.

“Saya hanya melengkapi puzzle agar HSB tetap solid ketika berhadapan dengan mitra lain di sektor kehutanan,” tutur Roby.(sen/***/arp)

Editor : Nurismi
#PT Hutan Sanggam Berau #perusahaan #eksistensi #stabilitas