BERAU POST - Upaya pencarian korban tenggelamnya KM Mina Maritim 148 di perairan Talisayan, Kabupaten Berau, resmi berakhir, Sabtu (1/11).
Setelah tujuh hari pencarian intensif. Penutupan langsung dipimpin Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Keputusan penutupan diambil setelah pencarian dilakukan selama tujuh hari, di area seluas 7.453 nautical mile persegi tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan tiga korban, yang masih dinyatakan hilang.
Dengan berakhirnya operasi, seluruh unsur tim SAR gabungan ditarik kembali ke satuannya masing-masing.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Direktorat Operasi Basarnas, Basarnas Special Group (BSG), Basarnas Balikpapan, BPBD Berau, Ditpolairud Polda Kaltim.
TNI AL, Satpolairud Polres Berau, PMI Berau, Pemerintah Daerah, Emergency Response Group (ERG) PT Berau Coal.
Serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Talisayan, telah melakukan berbagai upaya pencarian di permukaan laut maupun bawah air.
Selain pencarian di permukaan, tim juga melakukan penyelaman di titik karamnya kapal.
Penyelaman pertama dilakukan pukul 09.00 Wita, oleh enam penyelam dari Basarnas Special Group dan Tim ERG PT Berau Coal, dan berhasil menemukan bangkai kapal di kedalaman sekitar 48–50 meter.
Dalam operasi penyelaman itu, tim juga menemukan satu korban yang terjerat jaring kapal. Korban kemudian dibawa ke Posko SAR Dermaga Talisayanc sebelum diserahkan ke RS Pratama Talisayan untuk proses identifikasi.
Penemuan tersebut menambah jumlah korban yang berhasil ditemukan menjadi tiga orang dari enam anak buah kapal (ABK) yang sebelumnya dinyatakan hilang.
KM Mina Maritim 148 dilaporkan tenggelam di koordinat 1°46.472’ N dan 118°27.514’ E setelah hilang kontak pada Minggu, 26 Oktober 2025, sekitar pukul 04.00 Wita.
Saat kejadian, kapal yang membawa 14 awak itu tengah berlayar di perairan Talisayan. Delapan awak kapal berhasil diselamatkan lebih dulu, sementara enam lainnya sempat dinyatakan hilang.
Coordinator Incident Commander Tim Emergency Response Group (ERG) PT Berau Coal, Andi Basri, menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya terus bersinergi dengan seluruh unsur SAR untuk mendukung proses pencarian.
“Kami berkoordinasi dengan Basarnas Special Group dan BPBD untuk mendukung upaya pencarian korban,” tuturnya
Ditambahkan Andi Basri, pihaknya bersama tim penyelam Basarnas Special Group, melakukan penyelaman di titik lokasi kapal tenggelam dan berhasil menemukan bangkai kapal di kedalaman sekitar 48–50 meter serta mengevakuasi satu korban yang terjerat jaring kapal. Berkat sinergi seluruh unsur tim SAR gabungan.
“Alhamdulillah operasi hari itu berjalan dengan baik dan aman,” paparnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo, ST. M.M, mengapresiasi seluruh pihak yang turut berperan dalam operasi ini.
“Kami berterima kasih kepada semua unsur tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, BPBD, HNSI, pemerintah daerah yaitu Pemerintah Kabupaten Berau, hingga pihak swasta seperti PT Berau Coal yang terus mendukung proses pencarian dan evakuasi,” jelasnya.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, turut hadir dalam penutupan operasi SAR pencarian korban KM Mina Maritim 148 di Talisayan, Sabtu (1/11) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja keras selama proses pencarian.
“Upaya yang dilakukan seluruh unsur tim SAR adalah wujud nyata semangat kemanusiaan di Bumi Batiwakkal. Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama semua pihak yang terlibat,” ungkapnya.
Meski operasi resmi ditutup, Basarnas menegaskan bahwa pemantauan tetap dilanjutkan. Setiap unsur SAR diharapkan tetap siaga bila ditemukan tanda-tanda baru terkait tiga korban yang masih belum ditemukan. (hmd)
Editor : Nurismi