BERAU POST – Dalam mendukung percepatan pemanfaatan renewable energy, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Berau melaksanakan uji coba co-firing menggunakan cangkang sawit dan woodchip sebagai bahan bakar alternatif pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Berau.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat pasokan listrik yang menopang sekitar 35 persen kebutuhan energi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Uji coba ini merupakan wujud nyata komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.
Melalui penerapan teknologi co-firing, pembangkit listrik dapat mengurangi emisi karbon secara bertahap dengan memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar pengganti sebagian batubara.
Manager Unit PLN Indonesia Power UBP Berau, Ricky Rinaldi, menjelaskan bahwa PLTU Berau telah konsisten melaksanakan uji coba co-firing sejak tahun 2021 dengan persentase campuran biomassa cangkang sawit sebesar 5 persen hingga 20 persen.
Pada periode 2024, uji coba kembali dilanjutkan menggunakan biomassa sawdust sebesar 5 persen –10 persen dari total bahan bakar, untuk mendukung produksi listrik hingga 1.600 megawatt-jam (MWh).
“Pada 7–10 Oktober 2025, kami kembali melakukan uji coba penggunaan cangkang sawit 100% serta uji bakar bertahap woodchip sebesar 10 persen dan 20 persen. Diharapkan hasil uji coba ini mampu mendukung pembangkitan daya sebesar 14 MW serta membuka peluang penerapan biomassa secara lebih luas di masa mendatang,” ungkap Ricky.
Melalui kolaborasi dengan PLN Puslitbang, PLN Indonesia Power UBP Berau berharap implementasi co-firing berbasis biomassa dapat terus ditingkatkan hingga mencapai pemanfaatan 100 persen green energy, sekaligus mempercepat transisi menuju sistem kelistrikan rendah emisi yang berkelanjutan.
Editor : Nurismi