Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berau Coal Kembangkan Kakao Tumpang Sari Jagung, Siapkan Ekonomi Pascatambang

Beraupost • Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:28 WIB
PANEN BERSAMA: Manajemen PT Berau Coal, perwakilan instansi pemerintah, serta petani di Kampung Birang melaksanakan panen jagung manis, yang merupakan tanaman sela di kebun kakao yang masih bertumbuh.
PANEN BERSAMA: Manajemen PT Berau Coal, perwakilan instansi pemerintah, serta petani di Kampung Birang melaksanakan panen jagung manis, yang merupakan tanaman sela di kebun kakao yang masih bertumbuh.

BERAU POST  – PT Berau Coal kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Kali ini, perusahaan mengembangkan budidaya kakao melalui sistem tumpang sari dengan tanaman hortikultura jagung di Kampung Birang.

Panen jagung bersama yang berlangsung pada Senin (13/10) itu menjadi langkah nyata menjaga keberlanjutan pendapatan ekonomi petani, khususnya sebelum tanaman kakao memasuki masa panen.

General Manager Operational Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fokus utama perusahaan dalam mempersiapkan ekonomi pascatambang.

Melalui PPM, Berau Coal berupaya menyiapkan masyarakat agar tetap produktif meski aktivitas tambang berhenti nantinya.

“Berau Coal terkait PPM itu fokus pada dua hal, yaitu ekonomi pascatambang dan pendidikan. Kegiatan ini adalah wujud nyata sektor perekonomian pascatambang,” ujar Cahyo.

Dijelaskannya, pengembangan kakao dengan metode agroforestri memungkinkan petani menanam tanaman produktif lain seperti jagung di antara tanaman kakao.

Sistem ini tidak hanya membantu menjaga kesuburan tanah, tetapi juga memberikan sumber pendapatan tambahan bagi petani selama menunggu masa panen kakao yang biasanya baru berbuah setelah antara dua hingga tiga tahun.

“Dengan metode tumpang sari ini, petani tetap bisa produktif. Ketika kakao baru tiga tahun menghasilkan, ada pemasukan dari tanaman hortikultura,” lanjutnya.

Cahyo menegaskan, pihaknya berkomitmen mendorong seluruh kelompok petani binaan agar dapat ikut serta dalam pengembangan perkebunan kakao dan hortikultura.

Dia berharap upaya ini dapat menjadi pilar kesejahteraan masyarakat di masa depan.

“Kita ingin petani binaan kita ikut menyongsong ekonomi pascatambang. Bersama-sama membangun perkebunan kakao dan hortikultura untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selama masa pendampingan lanjutnya, PT Berau Coal melalui program PPM juga telah memberikan berbagai bentuk dukungan, antara lain: bantuan infrastruktur perkebunan berupa pembangunan pendopo, akses jalan, dan jembatan.

Ada juga bibit tanaman kakao dan hortikultura beserta kelengkapan sarana produksi pertanian (saprodi).

Camat Gunung Tabur, Luthfi Hidayat, memberikan apresiasi langkah nyata Berau Coal yang dinilai mampu menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk mengembangkan potensi pertanian lokal.

Menurutnya, keberhasilan panen ini menjadi bukti konkret kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Meski ini kegiatan seremoni, tapi ini bukti nyata dari Berau Coal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat potensi pertanian lokal,” katanya.

Ia juga menilai, inisiatif Berau Coal terhadap sekolah lapang kakao menjadi langkah penting dalam peningkatan kapasitas petani.

Dia berharap inisiatif ini bisa direplikasi di kampung lain sesuai potensi wilayah masing-masing.

“Kami harap usaha-usaha ini menciptakan lapangan kerja sektor informal. Jadi petani kita bisa sejahtera, tidak hanya di sektor formal saja,” tambahnya.

Sementara Kepala Kampung Birang, Samsuri, mengungkapkan, tanaman kakao di wilayahnya telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari beberapa lokasi penanaman, dua di antaranya sudah mulai berbuah.

“Tanaman kakao kita ada di tiga tempat, di RT 2, RT 4, dan RT 1. Di dua wilayah sudah membuahkan hasil, umur tiga tahun lebih. Dari tahap pertama ada sekitar tiga hektare yang berbuah, hasilnya lumayan,” ungkap Samsuri.

Ia menambahkan, dukungan Berau Coal dalam bentuk bibit, pupuk kompos, dan pendampingan teknis sangat membantu petani di Kampung Birang.

“Kami berterima kasih atas dukungan Berau Coal. Selama kita mau bekerja sama, ada peluang besar untuk hasil yang maksimal,” tuturnya.

Salah satu pembudidaya kakao dengan tumpeng sari jagung yang hari ini panen, Lamin, juga merasakan manfaat dari program ini.

Katanya, bantuan dan pendampingan dari Berau Coal sangat membantu petani kecil sepertinya dalam meningkatkan keterampilan bercocok tanam.

“Kami bersyukur atas bantuan dan pendampingan Berau Coal. Kami diajari cara menanam, merawat, sampai pemangkasan, juga dibantu bibit dan pupuk,” kata Lamin.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan secara langsung oleh tenaga ahli memberikan wawasan baru kepada para petani.

Kini, petani kakao di Birang tidak hanya memahami budidaya, tetapi juga manajemen pemeliharaan yang baik agar tanaman tetap produktif.

Sementara Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Mansur Tanca, menilai langkah Berau Coal sangat tepat dalam menerapkan sistem tumpang sari.

Ia menjelaskan, dalam budidaya kakao, tanaman pelindung sangat diperlukan agar pertumbuhannya optimal.

“Pengembangan kakao itu memerlukan tanaman pelindung. Jadi awalnya harus ada tumpang sari, bisa dengan jagung, pisang, atau tanaman pelindung lainnya,” jelas Mansur.

Ia menambahkan, tumpang sari juga menjadi solusi agar petani tetap memiliki penghasilan sebelum kakao mulai berproduksi pada tahun ketiga.

“Sebelum produksi kakao di tahun ketiga, petani tetap bisa dapat pemasukan. Kalau tidak begitu, kakao bisa ditinggalkan. Jadi sambil menanam tumpang sari, petani juga sambil merawat kakaonya,” tuturnya.

Program pengembangan kakao dan tumpang sari hortikultura di Kampung Birang ini diharapkan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan pascatambang.

Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, upaya ini menjadi langkah strategis menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal di wilayah Kabupaten Berau. (sen/***/sam)

Editor : Nurismi
#PT Berau Coal #Pascatambang #petani