Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sarini, Petani Kakao dan Jagung dari Birang Binaan PT Berau Coal, Terapkan Implementasi Inovasi Pertanian Tanaman Sela yang Menguntungkan

Beraupost • Senin, 29 September 2025 | 14:00 WIB
JADI PRODUKTIF: Sarini kini menjalani kehidupannya dengan lebih semangat. Selain menjadi seorang guru, dia turut mengembangkan Kakao serta pertanian Jagung. (SENO/BP)
JADI PRODUKTIF: Sarini kini menjalani kehidupannya dengan lebih semangat. Selain menjadi seorang guru, dia turut mengembangkan Kakao serta pertanian Jagung. (SENO/BP)

Setiap pagi, Sarini (37) menjalankan perannya sebagai seorang guru di Taman Kanak-kanak (TK) di kampungnya, Birang.

Senyum ramahnya selalu menyambut anak-anak didiknya. Namun, ketika jam sekolah usai, rutinitasnya berganti. Bukan lagi di ruang kelas, melainkan di tengah hamparan ladang jagung miliknya.

Gunung Tabur

Sejak tahun 2024, Sarini bersama sang suami menjadi penerima manfaat program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat PT Berau Coal di bidang perkebunan, khususnya hortikultura.

Melalui program ini, Sarini mendapatkan dukungan berupa bibit jagung sebanyak 10 bungkus, dengan masing-masing bungkus berisi 1.750 benih untuk diolah di lahan seluas 2 hektare yang ia miliki. Selain bibit, ia juga memperoleh pupuk guna menunjang produktivitas tanaman.

Jagung yang ditanam Sarini berfungsi sebagai tanaman sela atau penaung sementara bagi kakao.

Pola tanam ini memungkinkan petani tetap memperoleh penghasilan dari hortikultura, sambil menunggu tanaman kakao memasuki masa produksi.

Tak hanya hortikultura, sejak 2024 Sarini juga menerima bantuan bibit kakao hingga 1.300 batang beserta dukungan sarana produksi seperti pupuk dan dolomit.

Dengan mengembangkan budidaya kakao melalui sistem tumpangsari hortikultura, petani binaan menerapkan model agroforestry yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Program ini tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan keluarga petani, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa berbasis sektor perkebunan yang dikelola secara berwawasan lingkungan.

“Dulu sebelum ada bantuan, hasil panen saya paling 500 kilogram saja. Setelah didampingi dan dibantu, alhamdulillah bisa sampai 1 ton,” tutur Sarini dengan mata berbinar.

Sebelum pemberian bantuan, Tim Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Yayasan Dharma Bakti Berau Coal lebih dulu melakukan verifikasi lapangan.

Mereka mengukur luas lahan hingga mengecek kualitas pH tanah, agar program benar-benar sesuai dengan potensi yang ada.

Hasilnya, kini nyata terlihat. Dari kebun jagungnya, Sarini mampu memanen hingga 180 karung jagung.

Setiap karung berisi seratus buah jagung segar yang siap dipasarkan. Bahkan, pada panen kemarin saja, ia sudah menerima permintaan dari Pasar Sanggam sebanyak 30 karung.

“Saya panen sesuai dengan permintaan pasar, jadi hasilnya bisa langsung terserap,” jelasnya.

Bagi Sarini, berkebun bukan hanya soal angka produksi. Ada kedamaian tersendiri yang ia temukan di antara barisan batang jagung yang tumbuh subur.

“Kalau di kebun rasanya tenang sekali. Pikiran longgar, hati senang lihat tanaman hijau. Kadang malah malas pulang, soalnya betah di kebun,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia mengaku tak jarang saat berada di rumah pikirannya kembali melayang ke kebun. “Kadang teringat terus, kayak apa sudah tanaman di kebun, sudahkah berbuah? Rasanya senang sekali kalau ingat kebun,” tambahnya.

Rutinitas Sarini kini terbagi dua, yaitu mengajar anak-anak TK di pagi hari, lalu melanjutkan aktivitas di kebun selepas istirahat siang. Bagi dia, kedua peran ini sama-sama mulia.

Jika di sekolah ia menanamkan ilmu bagi generasi muda, maka di kebun ia menanam benih harapan untuk masa depan keluarganya.

Tak hanya itu, langkahnya menjadi salah satu jalan mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Sementara Community Base Development (CBD) Program Plan & Control Superintendent, Sigit Kurniawan, menyampaikan, program ini merupakan salah satu bentuk komitmen nyata perusahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

“Program ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial perusahaan, Berau Coal berkomitmen dalam memberikan pendampingan serta pemberdayaan kepada masyarakat, terutama petani kakao, untuk memperkuat program kemandirian ekonomi” ujarnya.

Kisah Sarini adalah satu dari sekian banyak bukti nyata, bagaimana program pemberdayaan masyarakat PT Berau Coal membantu membuka jalan baru bagi warga. Dari yang semula hanya memiliki hasil panen terbatas, kini Sarini mampu menikmati hasil lebih. (sen/***/sam)

Editor : Nurismi
#PT Berau Coal #perkebunan #ladang jagung