BERAU POST – Mendukung Asta Cita pemerintah dalam penguatan sumber daya manusia, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan, PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA) - member of PT Triputra Agro Persada Tbk - konsisten menyelenggarakan Posyandu bagi masyarakat sekitar perusahaan.
Kegiatan Posyandu ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menekan risiko stunting.
Sekaligus memastikan pemantauan tumbuh kembang balita secara berkesinambungan guna mendukung upaya pemerintah dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.
General Manager PT AAPA, Suhariono menjelaskan, program Posyandu telah berjalan sejak 2023 melalui kerja sama dengan Puskesmas di dua desa sekitar perusahaan yaitu Desa Merapun dan Muara Lesan yang rutin diselenggarakan setiap bulannya.
“2025 merupakan tahun ketiga penyelenggaraan, kami percaya bahwa kesehatan masyarakat khususnya ibu dan anak merupakan fondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus menjalankan Posyandu sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mengurangi risiko stunting.
Apalagi fokus dan tujuan perusahaan dalam penyelenggaraan Posyandu untuk memastikan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di sekitar perusahaan mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk menunjang pertumbuhannya.
Dalam kegiatan Posyandu ini, PT AAPA menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan balita, serta pemberian makanan tambahan dan vitamin guna mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang.
Pemberian vaksin turut diberikan gratis seperti vaksin TB untuk ibu hamil dan vaksin PVC untuk bayi.
Suhariono menambahkan, perhatian terhadap kesehatan sejak dini, terutama dalam periode emas pertumbuhan anak yaitu semenjak masa kehamilan hingga usia 2 tahun sangat menentukan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan.
Jika ditemukan anak dengan risiko stunting, perusahaan siap memberikan pendampingan secara intensif untuk memastikan mereka mendapatkan gizi yang cukup dan seimbang.
“Kami berkomitmen penuh untuk memberikan berkontribusi terbaik dalam upaya menurunkan risiko stunting di Kabupaten Berau khususnya,” tegasnya.
“Dalam posyandu kami juga melakukan deteksi dini stunting, jika ditemukan anak dengan risiko stunting kami akan melaporkan ke pemerintah setempat dan bersama para pemangku kebijakan menyusun program pendampingan untuk memperbaiki gizi,” sambung Suhariono.
Selain layanan kesehatan, Posyandu juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dengan memberikan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis bagi masyarakat desa.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, sehingga masyarakat dapat lebih peduli akan kesehatan lingkungan dan dapat secara mandiri melakukan pencegahan penyakit.(adv/arp)
Editor : Nurismi