PT Pama Persada Nusantara, resmi mengukuhkan sebanyak 79 operator mekanik fresh. Kegiatan ini dilakukan di Hotel Mercure, Jalan Murjani II, Jumat (29/8).
Tanjung Redeb
Project Manager PAMA Berau, Bayu Styawan, mengatakan, pelatihan ini digelar selama delapan bulan, mulai dari teori hingga praktik.
Dimulai dari Bintalsik, materi kelas, praktik dasar maupun lapangan. Langkah ini diambil, agar jika telah dinyatakan lulus, para peserta tidak hanya menguasai satu materi saja. “Tentu PAMA tidak sembarang merekrut, semua dites dan lainnya,” ujarnya.
Ditambahkan Bayu, total rekrutmen untuk BMO dan GMO dari tahun 2020 sebanyak 382 tenaga kerja lokal.
Di balik pelatihan ini, Bayu menuturkan, Berau tidak kekurangan tenaga kerja lokal yang berkompeten.
Maka dari itu, PAMA berkomitmen memberikan kesempatan para kaula muda, untuk bisa mendapatkan pelatihan, baik operator mekanik, maupun alat berat.
“Potensi SDM Berau tidak perlu diragukan. Dengan adanya pelatihan ini, kami juga ingin mengempletasikan Perda 8/2018,” tambahnya.
Bayu melanjutkan, dengan adanya pelatihan ini, calon pelamar dan tenaga kerja di Berau untuk lebih siap lagi mengikuti tahapan seleksi. PAMA turun langsung ke lapangan untuk memperlihatkan dunia kerja, dan lainnya. “Para peserta juga akan melakukan pelatihan Bintalsik,” tuturnya.
Di sisi lain, PAMA juga melakukan kegiatan proses development kepada mitra kerja dilakukan TC PAMA sebagai operator NPE selama 3-4 bulan.
Tidak berhenti di sini, PAMA juga akan mengikuti job fair, dengan mempersiapkan pelatihan operator magang, mekanik magang dan manajemen yang terbaru instrument man.
“Kami harap peran PAMA bisa memberikan dampak positif untuk SDM Berau,” ungkapnya.
Di lokasi yang sama, Manajemen PT Berau Coal, Sulaiman, mengucapkan selamat kepada para peserta yang lulus dan segera dikukuhkan.
Ia menyebut, dunia tambang ke depannya selalu memberikan tantangan. Baginya, hari ini yang punya kesempatan masuk ke PAMA tidak banyak.
“Saya ucapkan selamat kepada adik-adik kita ini. Kalian orang terpilih yang masuk ke PAMA,” ujarnya.
Sulaiman menuturkan, PAMA bukan hanya perusahaan lokal tapi nasional. Tidak menutup kemungkinan, para peserta yang lulus akan ditempatkan di site lain. Ini kesempatan emas.
“Ade-ade bisa memiliki kesempatan yang sama semua,” ungkapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PAMA Berau yang masih konsisten melakukan perekrutan tenaga kerja lokal, sesuai Perda 8/2018 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal.
“Dan terbukti di tengah kita, pemuda Berau yang terpilih bisa bergabung,” tuturnya.
Sementara mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang dilakukan manajemen PAMA.
Katanya, dengan konsistennya PAMA dalam hal ini tentu membuka peluang kerja bagi fresh graduate di Berau, mengingat PAMA aktif turun langsung untuk menyeleksi anak-anak sekolah.
“Tidak semua perusahaan bisa seperti PAMA, kami dari Pemkab Berau mengucapkan terima kasih,” katanya.
Said melanjutkan, dalam satu orang peserta pelatihan operator, setidaknya dibutuhkan dana Rp 150 juta.
Sedangkan yang dilatih PAMA dalam kurun waktu 5 tahun sudah mencapai 382 peserta. Tentu bukan uang sedikit, hal ini tentu dilakukan PAMA untuk meningkatkan kemampuan dan memberi kesempatan bagi anak muda Berau.
“Stigma perusahaan tidak peduli dengan warga lokal itu sebenarnya tidak benar. PAMA membuktikan hal tersebut. Kita ambil contoh kecil saja, fresh graduate sudah terserap berapa untuk mekanik dan operator, belum bagian lainnya,” tegas Said. (hmd/sam)
Editor : Nurismi